Pramono Belum Putuskan Nasib Usulan Kenaikan Tarif Parkir Jakarta

Sedang Trending 39 menit yang lalu
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara perkembangan usulan kenaikan tarif parkir di Jakarta. Pramono menegaskan hingga saat ini dirinya belum memutuskan apakah tarif parkir bakal dinaikkan.

Hal itu disampaikan Pramono saat ditemui di area Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026). Pramono mengatakan ada usulan revisi tarif parkir nan dibahas di DPRD DKI Jakarta.

"Jadi sudah ada usulan untuk revisi mengenai tarif parkir. Secara jujur saya menyampaikan, sampai hari ini saya belum memutuskan," kata Pramono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono menjelaskan keputusan untuk meningkatkan tarif parkir berada di tangan Gubernur. Sementara itu, DPRD DKI Jakarta saat ini mempunyai Panitia Khusus (Pansus) Perparkiran nan tengah membahas beragam usulan mengenai tarif parkir.

"Karena keputusan untuk meningkatkan tarif parkir adalah kewenangan Gubernur. Walaupun kemudian, seperti diketahui teman-teman sekalian, DPRD Provinsi DKI Jakarta juga ada Pansus tentang Perparkiran. Beberapa usulan sudah disampaikan," ujarnya.

Menurut Pramono, tarif parkir di Jakarta sudah cukup lama tidak mengalami penyesuaian. Mantan Seskab itu mengatakan tarif parkir di Ibu Kota nyaris 14 tahun belum dinaikkan.

"Dan memang di Jakarta ini sudah lebih nyaris 14 tahun tarif parkir belum pernah naik alias disesuaikan. Tapi saya belum memutuskan sampai dengan hari ini," tutur Pramono.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Ketua Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter mengatakan terdapat usulan perubahan tarif parkir dengan sistem zonasi. Dalam skema tersebut, area dengan nilai ekonomi tinggi berpotensi mempunyai tarif parkir lebih tinggi.

Jupiter menyebut sejumlah area seperti SCBD, Menteng, Senayan, hingga wilayah Jakarta Selatan dapat masuk dalam area dengan tarif lebih tinggi.

"Jadi kelak mau dibuat sistem zonasi. Misalnya wilayah SCBD dianggap punya nilai ekonomi tinggi. Daerah Menteng, kemudian wilayah seperti Bandung Indah, terus wilayah misalnya di Jakarta Selatan, Senayan. Jadi tarif itu periode pemisah tertingginya sampai Rp 60.000," kata Jupiter kepada wartawan.

Namun, Jupiter justru mengkritik usulan tersebut. Jupiter menilai tarif parkir hingga Rp 60 ribu untuk mobil terlalu memberatkan masyarakat.

"Jadi menurut saya terlalu memberatkan masyarakat. Memberatkan. Nggak masuk akal, ngawur itu," ujarnya.

Jupiter mengatakan kenaikan tarif parkir bukan solusi nan tepat untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jakarta. Menurutnya, tetap banyak sumber pendapatan lain nan dapat dioptimalkan tanpa membebani masyarakat.

"Maksudnya, untuk langkah meningkatkan PAD itu bukan begitu caranya. Masih banyak dari nan saya sampaikan tadi. Sebenarnya tetap banyak nan bisa kita lakukan," katanya.

"Yang lebih lezat gitu. Jangan mencekik masyarakat dalam kondisi saat ini," sambung Jupiter.

(bel/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News