Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan adanya potensi hujan ringan di sejumlah wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat (Kalbar), pada 21-27 Agustus 2026. Hujan diperkirakan terjadi terutama di wilayah timur Kalbar.
Hal itu disampaikan Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo saat memaparkan kondisi terkini penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalbar di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Posko Penanganan Karhutla Kalbar, Pontianak, Sabtu (22/8).
“Kami laporkan juga bahwa perkiraan potensi hujan dengan intensitas ringan di wilayah Kalimantan khususnya wilayah Kalbar pada tanggal 21-27 Agustus itu bakal terjadi di wilayah timur Kalbar,” papar Asrianus.
Asrianus mengatakan, BNPB sebelumnya telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 11-18 Agustus 2026. Namun, penyelenggaraan OMC kemudian dihentikan sementara lantaran tidak terdapat potensi awan.
“Kami sudah melaksanakan OMC pada tanggal 11-18 Agustus nan lalu. Kemudian rehat lantaran tidak ada potensi awan,” terang dia.
Menurut Asrianus, BNPB telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kembali potensi awan nan dapat mendukung penyelenggaraan OMC. Berdasarkan hasil rapat tersebut, potensi awan diperkirakan kembali muncul mulai 23 Agustus 2026.
13 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·