Pramono Akui Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di Jakarta Berat Dicapai, Ungkap Penyebabnya

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui sasaran pertumbuhan ekonomi 8 persen nan dicanangkan pemerintah pusat untuk 2029 bukan perkara mudah dicapai. Menurutnya, ada dua aspek nan berpotensi menghalang laju ekonomi Jakarta ke depan, ialah kondisi dunia dan aspek iklim.

Hal itu disampaikan Pramono dalam aktivitas Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2027, Kamis (16/4/2026).

"Seperti nan disampaikan oleh Bapak Presiden mengenai 2027 dengan sasaran pertumbuhan ekonomi 8 persen sampai dengan di 2029, maka Pemerintah DKI Jakarta kudu mempersiapkan itu untuk bisa mencapai pengarahan Bapak Presiden," ujar Pramono, Kamis (16/4/2026).

Dia menjelaskan, tekanan pertama berasal dari bentrok geopolitik dunia nan melibatkan sejumlah negara, seperti bentrok Iran-Israel. Pramono menyebut bahwa bentrok dapat terus meluas tanpa kejelasan penyelesaian.

"Pertama adalah bentrok alias perang nan terjadi antara Amerika, Israel, dengan Iran dan sekarang sudah menjalar ke mana-mana. Dan sampai hari ini kita belum menemukan titik jumpa apa nan bakal terjadi dan menyelesaikan perihal ini," ucap Pramono.

Menurutnya, bentrok tersebut bakal berakibat langsung pada beragam sektor ekonomi, terutama nilai daya dan rantai pasok global.

"Bagaimana pun ini bakal mempengaruhi nilai BBM, supply chain, dan beragam persoalan-persoalan nan ada," terang Pramono.

Tekanan Selanjutnya dan Posisi Jakarta

Sementara itu, tekanan kedua berasal dari aspek iklim, ialah potensi El Nino nan diperkirakan terjadi dalam waktu dekat berasas info resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Secara resmi BMKG sudah menyampaikan bahwa bakal ada El Nino, dimulai dengan pertengahan bulan April sampai dengan September," kata Pramono.

Ia menekankan, kombinasi dua tekanan tersebut tidak bisa dihindari dan sigap alias lambat bakal berakibat pada kondisi ekonomi Jakarta.

"Artinya bahwa dua tekanan ini sigap alias lambat pasti bakal mempengaruhi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," terang Pramono.

Dia menambahkan, posisi Jakarta sebagai penyumbang besar terhadap perekonomian nasional membikin pengelolaan ekonomi wilayah kudu dilakukan secara hati-hati dan terukur.

"Jakarta ini memberikan kontribusi bagi GDP 16,61 persen. Sehingga untuk mengelola Pemerintah Jakarta ini nggak boleh salah dan bagaimanapun Jakarta tetap menjadi role model bagi daerah-daerah lain," tutur Pramono.

Siapkan Langkah Antisipatif

Pramono memastikan, beragam langkah antisipatif telah mulai disiapkan melalui pembahasan internal, termasuk menggelar Musrenbang, agar stabilitas ekonomi Jakarta tetap terjaga di tengah tekanan dunia dan perubahan iklim.

"Pemprov DKI bakal tetap berkomitmen menyiapkan beragam langkah strategis untuk mengejar sasaran tersebut, sebagaimana pengarahan Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2027 hingga 2029," ucap dia.

"Pemerintah DKI Jakarta itu kudu mengikuti apa nan menjadi pengarahan dari pemerintah pusat, sehingga dengan demikian kami mempersiapkan itu langkah-langkah ke depan apa nan bakal dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta di tahun 2027 ini," jelas Pramono.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita