Indeks saham AS, Wall Street, menurun pada penutupan perdagangan Rabu (3/6). Perang nan kembali memanas antara AS dan Iran, menambah tekanan pada perjanjian gencatan senjata nan rentan serta mendorong nilai minyak lebih tinggi.
Dikutip dari Bloomberg, Indeks S&P 500 ditutup turun 0,74 persen, Indeks Nasdaq 100 turun 0,89 persen, dan Dow Jones Industrial Average ambruk 1,21 persen.
AS dan Iran berantem lagi semalam dalam serangan paling serius sejak gencatan senjata mulai berlaku, dengan Kuwait dan Bahrain sama-sama terjebak dalam baku tembak. Meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran telah menjadi tema utama minggu ini, dengan operasi Israel di Lebanon semakin memperumit masalah.
Di luar Timur Tengah, para penanammodal mengawasi info ekonomi AS. Penggajian sektor swasta naik sebesar 122.000 pada Mei, menurut ADP Research, nan merupakan nan tertinggi dalam lebih dari setahun. Data tersebut menandakan bahwa pasar tenaga kerja tetap dalam momentum meskipun ada akibat dari perang di Iran.
Selain itu, klaim pengangguran di AS awal bakal dirilis pada Kamis, sementara laporan pekerjaan bulanan untuk Mei jatuh tempo pada Jumat mendatang.
Reli Saham AI Berhenti
Sementara itu, reli saham kepintaran buatan (AI) berakhir pada Rabu lantaran suasana akibat mulai menghilang. Saham UBS Group AG turun 1,4 persen, mematahkan kemenangan beruntun empat sesi.
Kendati beberapa nama mengenai AI melemah, saham Marvell Technology Inc. naik 3,7 persen setelah lonjakan 33 persen pada Selasa. Lonjakan perusahaan semikonduktor dan jaringan terjadi setelah CEO Nvidia Corp Jensen Huang memprediksi perusahaan bakal menjadi upaya berikutnya nan mencapai penilaian USD 1 triliun.
Analis Capital.com, Daniela Hathorn, mengatakan laju reli telah dimoderasi, menurut. Ketegangan antara pertumbuhan nan kuat dan inflasi nan terus bersambung menjadi pendorong utama.
"Untuk saat ini, selera akibat tetap didukung, tetapi dengan penilaian nan diregangkan dan pergeseran ekspektasi kebijakan moneter, pasar tampak semakin sensitif terhadap tanda-tanda bahwa pendapatan dan kisah pertumbuhan mungkin mulai melunak," kata Hathorn.
Dalam pergerakan saham tunggal, manajer aset pengganti termasuk Blackstone Inc. dan KKR & Co. Inc. jatuh setelah biaya angsuran swasta unggulan Cliffwater LLC melaporkan permintaan pelunasan nan lebih besar daripada pada kuartal pertama.
Saham Global Payments Inc. turun 8,3 persen setelah Susquehanna menurunkan sasaran harganya pada saham, mencatat eksposur perjalanan Timur Tengah bakal tetap menjadi "beban.
Selain itu, saham Palo Alto Networks Inc. turun 5,6 persen meskipun perusahaan merilis perkiraan pendapatan nan disesuaikan nan lebih kuat dari nan diharapkan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·