Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan dirinya sebagai pemimpin bagi seluruh golongan dan kepercayaan di Ibu Kota.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri seremoni Paskah berbareng penduduk di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (10/4).
Dalam sambutannya, Pram menekankan komitmennya untuk memimpin Jakarta secara inklusif tanpa membeda-bedakan latar belakang masyarakat.
“Saya jika jadi gubernur, gubernur semua agama, semua kelompok, semua golongan,” ujar Pram di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (10/4).
Pram menyebut, prinsip tersebut menjadi landasan dalam menjalankan pemerintahan, termasuk dalam menyelesaikan persoalan-persoalan nan selama ini tertunda, seperti pendirian rumah ibadah nan telah lama belum terselesaikan.
Toleransi Lewat Perayaan Lintas Agama
Pram juga menyoroti beragam seremoni keagamaan nan difasilitasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai corak nyata toleransi di ibu kota.
Menurutnya, Jakarta telah menggelar beragam aktivitas keagamaan secara terbuka, mulai dari seremoni Natal, Imlek, Nyepi, hingga Ramadan dan Idul Fitri.
“Mulai dari Christmas Carol kolosal, Imlek, kemudian Nyepi dengan pawai ogoh-ogoh, Ramadan, Idul Fitri, alhamdulillah semuanya melangkah dengan baik,” kata Pram.
Pram menilai, kerukunan antarumat berakidah menjadi kunci krusial dalam membangun kota nan selaras dan maju.
Balai Kota Dihias Ornamen Semua Agama
Tak hanya lewat kegiatan, Pram juga menyinggung simbol toleransi nan ditampilkan di ruang publik, salah satunya di Balai Kota DKI Jakarta.
Ia mengungkapkan, Balai Kota sekarang dihias dengan ornamen keagamaan sesuai momentum seremoni nan sedang berlangsung, termasuk saat Natal dan Imlek.
“Ketika menyambut Natal, hiasan Balai Kota itu Natal banget. Bahkan saat salat subuh berjemaah, saya ajak ustadz untuk memandang dan foto-foto di depan Balai Kota nan hiasannya Natal,” ungkapnya.
Selain itu, seremoni Imlek juga diramaikan dengan pemasangan lampion di beragam titik, termasuk di lingkungan Balai Kota.
Pram apalagi mengaku mendorong pusat perbelanjaan dan perkantoran untuk ikut menghadirkan nuansa serupa.
“Bagi saya, kebersamaan dan kerukunan antarumat itu jika dikelola dengan baik bakal memberikan faedah sebesar-besarnya bagi kota,” tuturnya.
Pram menegaskan, keberagaman bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan utama Jakarta.
Ia menilai, kerjasama lintas kepercayaan dan golongan dapat menciptakan suasana nan kondusif bagi pembangunan kota.
“Perbedaan boleh, tetapi esensinya adalah kebersamaan gotong royong membangun bangsa ini,” kata Pram.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·