Cuaca Jawa Tengah hari ini didominasi hujan di sebagian daerah(Akhmad Safuan/MI)
HUJAN dengan intensitas ringan-sedang tetap berkesempatan mengguyur wilayah di Jawa Tengah berasas prakiraan cuaca Jawa Tengah, hari ini (23/6).
Cuaca Jawa Tengah pada pagi hingga siang diprakirakan umumnya cerah berawan dan berawan. Namun, sejumlah wilayah terutama di area pegunungan dan dataran tinggi diguyur hujan. Memasuki sore hingga awal malam, prakiraan hujan dengan intensitas ringan-sedang semakin meningkat dan meluas di sebagian besar daerah.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif N mengatakan meskipun sebagian wilayah di Jawa Tengah telah memasuki kemarau, namun hujan ringan-sedang tetap berkesempatan mengguyur di sebagian besar daerah, apalagi sejak pagi hujan sudah turun di sejumlah wilayah terutama di area pegunungan dan dataran tinggi.
Daerah di Jawa Tengah berkesempatan diguyur hujan ringan-sedang, menurut Arif, ialah Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Kajen dan Slawi, sedangkan hujan ringan di Banyumas, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Kudus, Ungaran, Kendal, Batang, Pemalang, Brebes, Magelang, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
"Angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 3-27 kilometer per jam, suhu udara berkisar 19-34 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 50-95 persen," ungkap Arif Selasa (23/6).
Sementara itu, gelombang tinggi di perairan utara dan selatan Jawa Tengah condong meningkat. Air laut pasang (rob) tetap berjalan hingga mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati dan Rembang tidak kunjung surut.
"Waspada terhadap gelombang tinggi di perairan utara dan selatan dengan ketinggian capai 2,5 meter hingga berisiko terhadap aktivitas pelayaran terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot, " kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Usman Effendi, Selasa (23/6).
Usman Effendi mengatakan Banjir di sejumlah wilayah di Pantura Jawa Tengah belum dapat surut lantaran air laut pasang (rob) tetap berjalan di perairan utara dengan ketinggian maksimum 1 meter pada pukul 13.00-16.00 WIB. Ini berpotensi mengganggu aktivitas penduduk seperti transportasi, bongkar muat peralatan di pelabuhan, budidaya perikanan darat, dan petani garam. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·