Anggie Ariesta
, Jurnalis-Jum'at, 14 Agustus 2026 |13:22 WIB

Bank Emas Indonesia sekarang telah mengelola sebanyak 153 ton emas dengan perkiraan nilai mencapai Rp360 triliun. (Foto: Okezone.com/ICDX)
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Bank Emas Indonesia sekarang telah mengelola sebanyak 153 ton emas dengan perkiraan nilai mencapai Rp360 triliun alias setara dengan USD20 miliar. Pengelolaan komoditas berbobot tersebut dijalankan melalui skema bullion bank di Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS).
Prabowo menegaskan bahwa pendirian Bank Emas bermaksud untuk menghentikan praktik sekadar mengeruk hasil tambang tanpa memberikan nilai tambah melalui pemrosesan finansial di dalam negeri.
“Kita juga membangun Bank Emas Indonesia. Kita mau emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri sendiri, tetapi disimpan, diperdagangkan, dan memberi nilai tambah di negeri sendiri,” kata Prabowo dalam pidato kenegaraannya di Ruang Sidang Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Kepala Negara menekankan pentingnya tata kelola emas secara berdikari di tingkat nasional agar seluruh potensi kekayaan alam Indonesia bisa memberikan akibat ekonomi nan signifikan dan berlipat ganda.
Langkah mengalihkan penyimpanan serta transaksi emas ke lembaga finansial dalam negeri diharapkan dapat memperkokoh ketahanan fiskal, tabungan nasional, serta daya dukung pembiayaan dalam negeri.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·