Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bakal terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di mana salah satunya ialah merenovasi rumah masyarakat nan dinilai belum layak huni.
Prabowo mengatakan hingga 30 Juni 2026, baru 83.907 rumah tidak layak huni (RTLH) nan sudah dilakukan renovasi. Artinya, program ini tetap jauh dari sasaran nan ditetapkan ialah mencapai 400.000 rumah.
"Rumah bukan sekedar bangunan, tapi tempat family berlindung belajar dan bertumbuh. Sampai 30 juni 2026, pemerintah telah salurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), support pembaharuan rumah bagi 83.907 rumah, ini tetap jauh dari sasaran kita kita kudu kerja keras untuk tambah jumlahnya," kata Prabowo.
Dirinya pun mencontohkan ada masyarakat nan sebelumnya tinggal di rumah nan tidak layak huni, namun dengan adanya BSPS, sekarang bisa tinggal dengan nyaman di rumah baru nan telah direnovasi oleh pemerintah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat meninjau pembaharuan rumah, di Jakarta, Jumat (24/4/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat meninjau pembaharuan rumah, di Jakarta, Jumat (24/4/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
"Seperti Ibu Rema nan datang di sini, dulu rumahnya rapuh, dinding, lantai, genting rusak, tapi melaui BSPS, keluarganya bisa tinggal nyaman," terang Prabowo.
Pihaknya juga bakal terus mencari langkah agar sasaran BSPS bisa tercapai tahun ini dan masyarakat bisa tinggal di rumah nan lebih layak.
"Kita perbaiki terus, kita sekarang cari langkah-langkah untuk perbaiki rumah," ujar Prabowo.
(emy/wur)
[Gambas:Video CNBC]
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·