Prabowo Ungkap Alasan Ekspor Sumber Daya Alam Satu Pintu Lewat DSI

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan argumen pemerintah menerapkan kebijakan ekspor sumber daya alam (SDA) satu pintu melalui BUMN PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Menurutnya, selama ini nilai sejumlah komoditas Indonesia tetap banyak ditentukan pihak luar dan sebagian untung SDA mengalir ke luar negeri.

Karena itu, pemerintah mengatur tata kelola ekspor SDA agar nilai ekonomi nan dihasilkan lebih banyak dinikmati di dalam negeri. Langkah tersebut juga diharapkan dapat menutupi kebocoran penerimaan negara nan besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah terlalu lama nilai beragam kekayaan alam kita ditentukan oleh pihak lain, ditentukan di negara lain. Sudah terlalu lama sebagian untung dari sumber daya alam mengalir ke luar negeri dan tidak tinggal di Ibu Pertiwi. Karena itu, pemerintah menentukan ekspor sumber daya alam satu pintu," ujar Prabowo dalam upacara Hari Lahir Pancasila nan disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (1/6/2026).

Sebagai informasi, DSI merupakan entitas upaya nan bakal mengatur tata kelola ekspor komoditas SDA. Pembentukannya menyusul terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

PP ini dibentuk dengan tujuan memperkuat pengawasan ekspor, mencegah praktik manipulasi seperti under invoicing dan transfer pricing, serta menekan pelarian devisa hasil ekspor (DHE).

Lewat kebijakan ini, ekspor komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, hingga fero alloy wajib dilakukan melalui DSI sebagai BUMN.

Pemerintah juga bakal memperkuat hilirisasi industri dan pengelolaan devisa hasil ekspor agar faedah kekayaan alam lebih besar dirasakan masyarakat Indonesia.

Pasalnya, kekayaan alam bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan amanah nan kudu dikelola untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Prabowo menambahkan pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan nomor statistik, tetapi kudu berakibat langsung pada kesejahteraan masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak, akses pupuk bagi petani, hingga kesempatan kerja dan penghasilan nan layak bagi pekerja.

"Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan angka-angka statistik. Pembangunan ekonomi kudu menghasilkan kehidupan nan lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia," tegas Prabowo.

(ily/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance