Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta Kejaksaan Agung untuk tidak ragu menindak pihak-pihak nan melanggar hukum. Prabowo mengatakan semakin tegasnya penindakan hukum, makan bakal muncul perlawanan.
"Saya perintahkan Jaksa Agung tegakan hukum, nan tak mau kerja sama pidanakan, kita tak mau ragu-ragu dan kita tak gentar," ujar Prabowo dalam pidatonya di Kejagung, Jumat (10/4/2026).
"Semakin kita tegas, semakin kita teguh, semakin kita memihak rakyat, semakin kita bakal dilawan, semakin kita bakal diserang, jangan khawatir," sambungnya.
Prabowo mengatakan para pelanggar norma bisa menggunakan segala perangkat menggunakan duit nan dia curi. Sambil menunjuk tumpukan duit Rp 11,4 triliun hasil rampasan kasus korupsi dan denda administratif penyalahgunaan area kehutanan, Prabowo mengatakan rakyat bangga dengan penegakan norma nan berjalan.
"Berapa puluh kali lagi kita bakal buktikan bahwa kita mau mengamankan dan menyelamatkan duit rakyat, berapa puluh kali lagi bakal kita buktikan, kita tak bakal berhenti, kita tak bakal gentar, kita maju terus memihak bangsa negara," ujarnya.
Prabowo kemudian maju ke depan mimbar. Prabowo memberikan hormat kepada abdi negara penegak norma atas kerjanya memihak kepentingan rakyat.
"Selamat berjuang, selamat berjuang, saya hormat dengan pekerjaan kalian. Kita siap meninggal di atas jalan nan bener, memihak rakyat adalah pekerjaan nan sangat mulia," tegasnya.
Seperti diketahui, pada Oktober 2025, Kejagung telah menyita duit senilai Rp 13.255.244.538.149 mengenai kasus korupsi persetujuan ekspor Crude Palm Oil (CPO) minyak kelapa sawit periode 2021-2022. Kemudian pada Desember 2025, Kejagung juga menyerahkan duit Rp 6.625.294.190.469.74 kepada negara melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
(idn/dhn)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·