Prabowo Targetkan Mobil Listrik Indonesia Produksi Massal pada 2028

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan industri kendaraan listrik saat ini berkembang pesat. Ia menyebut ekosistem mobil listrik sekarang tengah dibangun agar bisa memproduksi secara besar-besaran.

"Kita bangga hari ini ya, dan kita bakal memandang perkembangan dalam waktu nan bakal datang bakal lebih sigap lagi," kata Prabowo saat peluncuran motor listrik di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo mengatakan pembangunan ekosistem mobil listrik tersebut berada di area Subang, Jawa Barat. Ia berambisi industri tersebut bakal memulai produksi pada 2028.

"Tadi saya dijelaskan ada ekosistem nan sedang dibangun untuk mobil listrik kita, jika tidak salah tidak jauh dari sini, perjalanan ke Purwakarta ya, Subang, di kilometer 84 ya," ujarnya.

"Ada kompleks besar kita lagi bangun, mobil listrik Indonesia nan kita berambisi paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran," lanjut Prabowo.

Prabowo Luncurkan Motor Listrik Nasional

Seperti diketahui, Prabowo hari ini meresmikan ekosistem motor listrik nasional produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ada 20 ribu motor listrik nan telah diproduksi sejauh ini.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Kamis, tanggal 13 Agustus 2026, secara resmi saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan peresmian ini merupakan tonggak inisiatif campuran para pengusaha swasta nan diinisiasi PT Indika Energy. Prabowo mengapresiasi langkah keberanian tersebut.

"Hari ini menurut saya hari nan sangat krusial lantaran ini merupakan suatu tonggak atas inisiatif masing-masing para pengusaha swasta nan mulai proyek ini mungkin golongan Indika ya, golongan nan sudah lama bekerja, waktu saya tetap muda saya sudah denger Indika," katanya.

Prabowo menyebut inisiatif ini mempunyai potensi kandas nan besar. Namun dia mengapresiasi keberanian tersebut dan membujuk para pengusaha untuk berasosiasi bekerja sama dengan pemerintah.

"Saya ucapkan selamat kepada kerabat sekalian nan ambil suatu keberanian, inisiatif itu keberanian, lantaran inisiatif mengandung risiko. Segala nan kau keluarkan beberapa tahun lampau bisa gagal, ini pun hari ini ada risiko. Saya membujuk kita kudu jadi satu, nan kuat nan menengah, nan agak melemah kudu bersatu," ujarnya.

(eva/knv)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News