Kesal dengan debu nan terus beterbangan akibat proyek betonisasi jalan, sejumlah penduduk Desa Jagabaya, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, memblokir akses jalan pada Rabu (12/8) malam.
Aksi tersebut sempat membikin arus lampau lintas terhenti. Dalam video nan beredar, penduduk terlihat membakar ban di tengah jalan dan memaksa truk nan membawa material proyek putar balik.
Proyek betonisasi mencakup rekonstruksi Jalan Parung Panjang–Bunar senilai Rp 60,737 miliar untuk panjang 5,5 kilometer. Proyek ini memakai bangunan beton semen jenis FS45 untuk mengatasi kerusakan jalan akibat kendaraan berat dan memperlancar jalur ekonomi warga.
Kapolsek Parungpanjang Kompol M Taufik mengatakan tindakan tersebut dipicu debu dari proyek nan dinilai sudah mengganggu aktivitas warga.
“Warga Jagabaya terdampak berupa banyaknya debu nan diakibatkan oleh perbaikan jalan, udah gitu penyiraman jalan nan berdebu nggak sesuai agenda kesepakatan nan dibuat, makanya penduduk protes dengan memblokade jalan,” ujar Taufik saat dihubungi Kamis (13/8).
Sebelumnya, pelaksana proyek telah sepakat melakukan penyiraman jalan untuk menekan debu. Namun, penduduk menilai penyiraman belum maksimal sehingga debu tetap bertebaran.
Keluhan tersebut kemudian ditangani Forkopimcam Parungpanjang. Taufik berbareng Danramil, camat, dan sejumlah personil mendatangi letak untuk meredam situasi.
“Alhamdulillah penduduk menghentikan aksinya. Kemudian perwakilan penduduk dengan kami berbincang dengan pihak pengelola untuk mencari solusi nan terbaik,” ujarnya.
Hasil pembahasan tersebut, pelaksana proyek diminta meningkatkan teknik penyiraman jalan. Selain itu, pengerjaan jalan nan semula ditargetkan rampung pada November didorong untuk dipercepat menjadi Oktober.
“Dijadwalkan awal November, diupayakan semaksimal mungkin Oktober sudah clear selesai proyeknya,” tegasnya.
Taufik memastikan tidak terjadi bentrok antara penduduk dan pihak pelaksana proyek. Situasi sukses dikendalikan setelah abdi negara turun langsung dan membuka ruang dialog.
“Tidak ada perihal nan tidak kita inginkan terjadi. Segera membubarkan diri, komunikasi, diskusi, koordinasi komunikasi, tercapai kesepakatan,” katanya.
Ia menegaskan Forkopimcam bakal terus mengawasi penyelenggaraan kesepakatan tersebut agar tindakan serupa tidak kembali terjadi.
Menurut Taufik, persoalan utama bukan mobilitas truk, melainkan debu nan mengganggu warga. Kondisi tandus juga membikin persoalan debu semakin parah.
Saat ini, jalan di Desa Jagabaya tetap dalam proses betonisasi. Aparat memastikan penyelenggaraan kesepakatan dengan penduduk bakal terus dimonitor untuk menjaga situasi tetap kondusif.
38 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·