Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap argumen membentuk koalisi politik gendut nan kerap dikritik banyak pihak. Ia mengaku hendak merangkul seluruh kekuatan untuk berasosiasi demi kepentingan bangsa.
"Koalisi kita besar, benar, lantaran saya mau sebanyak mungkin kekuatan berasosiasi untuk jalankan perbaikan kehidupan rakyat kita," kata Prabowo dalam pidatonya di Sidang Kabinet Paripurna, Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10).
Prabowo mengatakan salah satu kelemahan bangsa Indonesia adalah elitenya nan tetap terkotak-kotak, dan mengedepankan ego sektoral.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengakui bahwa dinamika politik di negara sebesar Indonesia pasti sangatlah keras, di mana bangku kepemimpinan juga terbatas.
"Dituduh kabinet gendut ya kan, tidak efisien, tapi saudara-saudara saya ingatkan negara kita nyaris 300 juta, negara kita fisiknya sebesar Eropa," ucap dia.
Prabowo pun mengatakan dengan luas geografis sebesar Eropa nan meliputi nyaris 30 negara. Berbeda dengan negara-negara di Uni Eropa nan tiap negara mempunyai kabinetnya sendiri-sendiri, tetapi Indonesia hanya satu kabinet.
"Mana nan tidak efisien, dan kita bisa kendalikan ada musibah alam kita hadapi, Sumatra bagian utara kemarin habis-habisan kita turun, gempa bumi, apa itu Krakatau, karhutla kita kompak kita hadapi," ucap dia.
Dengan begitu, Prabowo pun mengatakan bahwa politik di Indonesia kudu mengedepankan persatuan nasional.
Ia menyebut konsep itu dulu digaungkan oleh Presiden ke-1 RI Sukarno nan berupaya menjaga persatuan nasional namun pada saat itu mendapatkan cemoohan.
Perbedaan dan kejuaraan dalam kerakyatan memang dibutuhkan, namun dia menyebut bahwa persatuan nasional tetap dibutuhkan.
"Kalau kita ikut kerakyatan ala barat, sekarang lihatlah televisi, berita, setiap hari apa nan terjadi di Prancis, Italia, di Eropa, tempat lahir kerakyatan nan mengajarkan kita HAM, kita lihat," ujarnya.
(mnf/isn)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·