Prabowo Sebut NU Penjaga Stabilitas Bangsa

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Prabowo Sebut NU Penjaga Stabilitas Bangsa Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 1448 H/2026 M di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026).(Antara/Prasetia Fauzani)

PRESIDEN Prabowo Subianto menilai Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai peran krusial sebagai penjaga stabilitas bangsa, terutama saat Indonesia menghadapi beragam tantangan. Menurutnya, organisasi Islam terbesar di Indonesia itu selama ini selalu datang menjadi kekuatan nan menenangkan dan menyatukan masyarakat.

"Keluarga besar NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam keadaan sulit. Keluarga besar NU adalah aspek stabilisator, aspek nan bisa membikin kondusif bangsa dan negara," kata Prabowo saat memberikan pidato pada Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026 seperti disaksikan dari YouTube Setpres, Selasa (23/6). 

Prabowo mengatakan keyakinannya terhadap peran strategis NU tidak muncul tanpa alasan. Ia memandang organisasi nan dipimpin para ustad dan ustadz itu mempunyai kedekatan nan kuat dengan masyarakat, terutama kalangan akar rumput di pedesaan.

Menurut dia, para ustad dan ustadz merupakan tokoh nan memahami langsung kondisi rakyat lantaran hidup dan berinteraksi dengan mereka sehari-hari. Kedekatan itu membikin NU bisa menangkap persoalan nan dirasakan masyarakat sekaligus menjadi jembatan antara rakyat dan negara.

"Para ustad dan para ustadz paham, mengerti apa nan dirasakan rakyat. Para ustad dan para ustadz merasakan apa nan dirasakan rakyat paling bawah," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengungkapkan kedekatan personalnya dengan NU nan telah terjalin sejak lama. Ia mengaku selalu merasa nyaman berada di tengah family besar NU lantaran mempunyai hubungan emosional dengan organisasi tersebut sejak masa kecil.

Menurut Prabowo, keluarganya juga mempunyai keterikatan dengan NU. Selain pernah bertetangga dengan family Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Jakarta, dia menyebut neneknya berasal dari lingkungan NU.

"Memang saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah family besar Nahdlatul Ulama. Nyaman dan aman, merasa aman," kata Prabowo.

Lebih jauh, Prabowo menilai salah satu kekuatan utama NU adalah kemampuannya memadukan nilai-nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan. Baginya, NU bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi juga organisasi nan sangat nasionalis dan patriotik.

Ia mencontohkan lagu Syubbanul Wathon nan hingga sekarang terus dinyanyikan dalam beragam aktivitas NU. Meski diciptakan sebelum Indonesia merdeka, lagu tersebut dinilai sudah mengandung pesan cinta tanah air nan kuat dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

"Bahwa Nahdlatul Ulama adalah memang organisasi keagamaan, tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta tanah air. Jadi agamis, tapi nasionalis dan patriotik," tuturnya.

Prabowo apalagi berseloroh mengenai tradisi menyanyikan Syubbanul Wathon nan diiringi kepalan tangan sebagai corak semangat perjuangan. Menurutnya, simbol tersebut menunjukkan bahwa semangat kebangsaan dan disiplin sudah lama hidup di lingkungan NU, apalagi jauh sebelum Indonesia merdeka. (I-2) 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia