Pemkot Depok targetkan bebas sampah di 2027(MI/Kisar)
PEMERINTAH Kota Depok, Jawa Barat, menargetkan bersih dari kondisi darurat sampah pada 2027. Komitmen menjadi bebas sampah (zero waste) adalah melakukan kerjasama dengan lintas wilayah dan investor.
"Pemerintah Kota Depok bakal mengoptimalkan beragam program strategis sebagai langkah nyata menuju sasaran bebas masalah sampah pada 2027 dengan mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung," kata Wali Kota Depok, Supian Suri di ruang kerjanya di Depok pada Selasa (23/6/2026).
Supian Suri mengatakan Pemkot Depok sekarang tengah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor untuk membangun akomodasi pengolahan sampah.
"Kami sudah melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan Pemkot Bogor dan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH RI). Dalam MoU, Pemkot Depok bakal mengirimkan 700 ton sampah per hari ke Kota Bogor," kata Supian Suri .
Selain Pemkot Bogor, Pemkot Depok juga tengah menjalin kerja sama strategis nan sama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Kesepakatan dengan penanammodal ini berfokus pada percepatan pembangunan akomodasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
"Fasilitas nan dibangun penanammodal bermaksud untuk menyulap volume sampah menjadi daya listrik nan ramah lingkungan," ujarnya.
Dengan adanya kerjasama lintas wilayah dan penanammodal tersebut, sambung dia Pemkot Depok menargetkan persoalan sampah di Kota Depok, nan merupakan janji politik di pilkada 2025 tersebut dapat diselesaikan pada 2027.
Selain kerjasama penanammodal dan Kota Bogor, Pemkot Depok sekarang juga tengah merevitalisasi tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle di tiga wilayah ialah di Jalan Jawa, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, di Kecamatan Cipayung dan di Kecamatan Tapos.
Fasilitas pengolahan sampah di tiga kecamatan ini bermaksud untuk mengurangi beban TPA Cipayung hingga 10 ton per hari. Disamping itu, lanjut Wali Kota, Pemkot Depok juga tengah mendirikan hanggar refuce drived fuel (RDF) untuk pengolahan sampah.
"Nantinya, sampah nan dihasilkan masyarakat diolah menjadi bahan bakar," tutur Supian Suri.
Supian Suri menambahkan, Pemkot Depok sekarang menyiapkan satgas sampah. Satgas sampah ini bakal berkeliling untuk mengatasi sampah liar di Kota Depok.
"Satgas nan kita corak ini bekerja untuk mengatasi sampah liar nan ada di Kota Depok," paparnya.
Pemkot Depok, lanjut dia bakal berupaya maksimal mendorong masyarakat untuk belajar memilah sampah. Ia mengatakan, pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir kudu dioptimalkan untuk mengatasi persoalan sampah.
"Pemkot Depok juga tengah menyiapkan biaya rukun penduduk (RW) Rp300 juta dan salah satu peruntukannya untuk penanganan sampah lingkungan. Salah satu penguatan pengelolaan sampah dihulu dan hilir adalah melalui peningkatan kapabilitas dan optimasi pengolahan sampah reduce, reuse, recycle," pungkas Supian Suri. (KG)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·