Prabowo Sebut Indonesia Akan Produksi Avtur Sendiri dari Sawit dan Jelantah

Sedang Trending 5 bulan yang lalu
Prabowo Sebut Indonesia Akan Produksi Avtur Sendiri dari Sawit dan Jelantah Presiden Prabowo Subianto(Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat kemandirian daya nasional melalui pengembangan bahan bakar alternatif. Dalam rencana strategisnya, pemerintah bakal membangun pusat-pusat pengolahan (refinery) untuk mengubah kelapa sawit dan minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat alias avtur.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4). Menurut Prabowo, melimpahnya kesiapan kelapa sawit di Indonesia merupakan modal kuat bagi industri penerbangan masa depan.

"Sekarang avtur pun bisa dari kelapa sawit, dan kita punya banyak kelapa sawit. Bahkan avtur kelak itu dari jelantah, dari limbah, dari sisanya minyak goreng, kita bisa olah menjadi avtur," ujar Prabowo.

Presiden berencana membuka pusat-pusat pengolahan hasil buminya dalam waktu dekat untuk mengolah bahan-bahan tersebut menjadi avtur. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi produk domestik.

"Beberapa saat lagi kita bakal buka pusat-pusat pengolahan, refinery-refinery untuk ini. Kita bakal investasi besar-besaran di bagian itu," tegasnya.

Sebelumnya, dalam taklimat di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4), Presiden Prabowo menekankan bahwa gejolak bumi akibat perang kudu dijadikan momentum bagi Indonesia untuk beranjak ke Energi Baru Terbarukan (EBT).

Presiden terus mendorong swasembada energi melalui pengembangan biofuel nan berasal dari kekayaan alam lokal seperti singkong dan jagung untuk menggantikan ketergantungan pada impor solar dan bensin.

"Dan kita bisa dari batu bara, kita bisa menghasilkan solar dan bensin dari batu bara, dari singkong, dari jagung," ucap Presiden.

Berdasarkan kajian mendalam, Presiden meyakini Indonesia mempunyai fondasi ekonomi dan daya nan cukup handal untuk menghadapi ancaman krisis global. Keberadaan sumber daya berdikari membikin Indonesia relatif lebih kondusif dari gangguan pasokan daya dunia.

"Ternyata setelah mengkaji, kita punya kekuatan ekonomi nan cukup kuat," pungkasnya. (Ant/P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia