Anggie Ariesta
, Jurnalis-Jum'at, 14 Agustus 2026 |15:50 WIB

Presiden Prabowo (Foto: Okezone)
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa keahlian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Juli 2026 mencatatkan defisit nan terjaga rendah di level 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Selain defisit, Prabowo mengungkapkan bahwa shopping negara tumbuh 18,2 persen (yoy).
“Walaupun shopping negara tumbuh, defisit APBN tetap terjaga hanya 0,91 persen terhadap produk domestik bruto,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-1 Tahun Sidang 2026, Jumat (14/8/2026).
Prabowo memaparkan bahwa postur pendapatan negara mengalami lonjakan signifikan sebesar 21,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) jika dibandingkan dengan periode nan sama pada tahun sebelumnya.
“Ini peningkatan nan cukup signifikan,” ujar Prabowo.
Di sisi lain, penyerapan shopping negara juga mencatatkan pertumbuhan pesat sebesar 18,2 persen (yoy). Menurut Prabowo, pemanfaatan shopping tersebut difokuskan untuk menopang ketahanan ekonomi masyarakat bawah serta meningkatkan kualitas prasarana publik.
“Belanja kita arahkan untuk menjaga daya beli rakyat, memperkuat pelayanan publik, dan menggerakkan ekonomi,” tegas Kepala Negara.
Meski alokasi shopping negara melaju kencang, Presiden menekankan bahwa tata kelola finansial pemerintah tetap berada dalam koridor kehati-hatian nan ketat.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·