Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan puluhan pompa dan sarana lainnya untuk membantu penanganan kekeringan hingga kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Kementerian PU, dalam keterangan resminya, mengatakan bahwa pihaknya melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Barat, telah mengerahkan beragam peralatan pendukung.
Peralatan tersebut antara lain empat unit pompa pemadam, 10 unit pompa alkon, dua unit genset, satu unit peralatan geolistrik, serta empat unit toren air berkapasitas 5.000 liter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan dua unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter beserta 49 unit pondasi hidran umum, delapan unit WC portable, tujuh unit biority/septic tank berkapasitas 2.000 liter, dan enam unit perahu karet.
Untuk mendukung mobilisasi di lapangan, Kementerian PU juga mengerahkan satu unit excavator long arm dan tiga unit excavator standar.
Dukungan pengedaran air diperkuat dengan lima unit mobil truk air bersih berkapasitas 4.000 liter, satu unit mobile pump portable, satu unit mobile pump truck, serta dua unit mobil truk vacuum tinja.
Pengerahan beragam sarana tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian PU menjaga kesiapan air sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi akibat kekeringan dan potensi karhutla di Kalimantan Barat.
"Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan prasarana tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga kesiapan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat," kata Menteri PU Dody Hanggodo, dalam keterangannya, Sabtu (22/8).
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menetapkan status darurat musibah karhutla. Untuk membantu penanganan, Kementerian PU menyalurkan sejumlah support pompa serta mendukung pengedaran air bersih kepada masyarakat nan terdampak kekurangan air, termasuk di sejumlah titik di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Sanggau.
Kementerian PU juga turut menerjunkan personel ke sejumlah wilayah, termasuk Ketapang dan Kubu Raya, untuk mengidentifikasi kebutuhan penanganan dari sisi sumber daya air maupun infrastruktur.
Kepala BWS Kalimantan I, M. Tahid mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemerintah Daerah setempat, sejak kondisi kekeringan mulai menunjukkan akibat nan serius.
"Upaya kita di lapangan ikut membantu dalam perihal pompa-pompa, kemudian beberapa BBM, juga dengan turun ke lapangan langsung untuk memandang kondisi seperti di Ketapang dan Kubu Raya kita terjunkan tim juga di sana dalam rangka untuk melakukan identifikasi, menemukan apa nan bisa kita bantu dari SDA maupun Cipta Karya," ujarnya.
Menurut Tahid, musim tandus panjang akibat El Nino memicu meningkatkan akibat kebakaran di Kalimantan. Wilayah pesisir Kalimantan Barat sendiri banyak mempunyai lahan gambut nan relatif susah ditangani ketika terjadi kebakaran. Sementara di wilayah hulu, karakter tanahnya lebih banyak berupa tanah mineral.
Di sisi lain, Kepala BPBPK Kalbar, Mohd. Yoza Habibie mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyalurkan support air bersih ke sejumlah wilayah nan mengalami kekeringan, antara lain Kabupaten Kubu Raya, Kayong Utara, Pontianak, Singkawang, dan Sanggau.
"Kami lebih ke penanganan kekeringan ada di beberapa kabupaten. Unit kita sudah bergerak ke sana dan ada nan sudah Kembali. Kita men-supply air bersih dari PDAM-PDAM terdekat, lampau dibawa ke kabupaten/kota," ungkapnya.
(dmi)
12 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·