Prabowo Restui Proyek Energi Rp70 Triliun Milik JK

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Prabowo Restui Proyek Energi Rp70 Triliun Milik JK Foto udara area Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Minggu (30/11/2025).(Antara)

WAKIL Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan support terhadap percepatan pembangunan daya nasional, terutama daya hijau, guna menopang kebutuhan listrik nan terus meningkat seiring sasaran pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Hal itu disampaikan JK setelah melakukan pertemuan dengan Prabowo nan turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet. Dalam pertemuan tersebut, salah satu konsentrasi pembahasan adalah penguatan kapabilitas daya nasional untuk mewujudkan swasembada energi.

Dalam pembicaraan tersebut, Prabowo disebut menyetujui percepatan pembangunan daya nasional dengan penekanan pada sumber daya ramah lingkungan. Menurut JK, daya hijau bakal menjadi salah satu fondasi krusial pembangunan nasional sekaligus penopang sasaran pertumbuhan ekonomi nan dicanangkan pemerintah.

"Bapak Presiden setuju untuk segera kita bangun daya nasional, khususnya green energy untuk menjadi bagian dari pembangunan nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nan disampaikan Bapak Presiden sampai 8%," ujar JK kepada pewarta di Istana Kepresidenan, Kamis (11/6). 

JK juga mengungkapkan proyek nan dibahas memerlukan investasi dalam jumlah besar. Nilai investasi nan diperkirakan mencapai Rp60 triliun hingga Rp70 triliun itu disebut telah mempunyai kesiapan dari sisi perencanaan maupun letak pembangunan.

"Investasi nan besar. Kita bicara investasi kira-kira Rp60 triliun sampai Rp70 triliun. Dan kita sanggup laksanakan itu, kreasi sudah ada, tempat sudah ada, tinggal pembicaraan dengan teknisnya," kata JK.

Ia menambahkan, setelah mendapat persetujuan Prabowo, proyek tersebut bakal segera memasuki tahap berikutnya untuk direalisasikan. Menurutnya, aspek upaya dan investasi menjadi bagian krusial dalam pembangunan sektor daya lantaran besarnya kebutuhan modal nan kudu disiapkan.

Menurutnya, kebutuhan daya bakal menjadi aspek penentu keberhasilan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nan lebih tinggi. Ia menilai sasaran pertumbuhan di kisaran 5%-6%, apalagi hingga 8%, tidak bakal tercapai tanpa support pasokan daya nan memadai.

Karena itu, pengembangan pembangkit listrik menjadi salah satu langkah nan kudu dipercepat. JK menyebut Indonesia telah membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 1.500 megawatt dan sekarang siap menambah kapabilitas baru nan lebih besar.

"Kita sudah membangun 1.500 mega PLTA, ini kita siap membangun lagi 2.000 mega, termasuk juga PLTG," ujarnya.

Ia menegaskan, lonjakan kebutuhan daya bakal sejalan dengan ekspansi industri, pembangunan infrastruktur, serta aktivitas ekonomi nan ditargetkan tumbuh lebih garang dalam beberapa tahun ke depan.

"Karena kita memandang bahwa untuk pertumbuhan ke negara 5%-6%, apalagi sampai 8%, itu butuh daya luar biasa banyaknya. Karena itu, tanpa daya itu, kita bakal susah untuk meningkatkan itu," pungkas JK. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia