Presiden Prabowo Subianto memerintahkan uji coba produksi massal tepung berbahan dasar singkong untuk membantu memadamkan kebakaran rimba dan lahan (karhutla).
Inovasi tersebut dibahas saat Prabowo memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8).
Prabowo meminta teknologi tersebut diuji untuk mengetahui efektivitasnya dalam memadamkan api, termasuk kemungkinan penggunaannya melalui helikopter seperti operasi water bombing.
Ide penggunaan tepung sebagai bahan pemadam karhutla disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat tersebut. Ia menjelaskan, unsur berbahan dasar tepung dapat digunakan untuk mencegah sekaligus memadamkan api, terutama pada tahap awal.
"Izin Pak, mengenai dengan unsur nan bisa digunakan untuk mencegah andaikan ada kebakaran mungkin dulu pernah kami laporkan Bapak ke Bapak bahwa ada sejenis unsur nan menggunakan bahan baku utama dari tepung nan bisa digunakan untuk mencegah Pak," kata Listyo.
Listyo menjelaskan, unsur tersebut bekerja dengan memisahkan unsur nan dibutuhkan dalam proses pembakaran sehingga api dapat diredam. Menurut dia, teknologi itu juga berpotensi digunakan untuk kebakaran dengan skala lebih besar, tergantung volume bahan nan digunakan.
"Jadi dia bisa digunakan untuk mencegah, dia juga bisa digunakan untuk memadamkan api. Api mula-mula Pak. Tapi jika misalkan mungkin luasannya alias size dari hanya tepung tersebut juga cukup, mungkin api dalam corak sedang alias besar juga bisa," ujarnya.
Prabowo kemudian menanyakan bahan baku tepung tersebut.
"Itu tepung, tepung apa itu?" tanya Prabowo.
"Tepung itu Pak, tepung dari ubi Pak," jawab Listyo.
Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis kemudian menjelaskan bahwa penemuan tersebut merupakan temuan personil Babinsa di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Teknologi itu sebelumnya telah dipaparkan saat kunjungan Kapolri dan Menko Polhukam.
"Siap izin melaporkan Bapak Presiden seperti nan dilaporkan oleh Bapak Kapolri itu, itu adalah hasil temuan dari personil kami Bapak, Babinsa di Lubuk Linggau Bapak. Kami pada saat kunjungan Pak Kapolri kemudian Menko Polhukam sudah kami paparkan Bapak memang kapabilitas produksinya tetap mini Bapak," kata Ujang.
Prabowo pun menanyakan efektivitas tepung tersebut. "Efektif?" tanya Prabowo.
"Efektif Pak," jawab Ujang.
Prabowo kemudian meminta agar produksi tepung berbahan singkong itu ditingkatkan dan dilakukan uji coba dalam skala besar.
"Menarik sekali itu. Bahan bakunya dari ubi? Dari singkong? Wah coba di, di produksi dalam skala besar ya kau ajukan biaya untuk produksinya. Ya kita kita usahakan semua upaya," kata Prabowo.
Prabowo juga membayangkan bahan tersebut dapat digunakan melalui helikopter untuk menjangkau titik-titik kebakaran, sebagaimana konsep water bombing.
"Berarti nan kita water bomb bukan water bomb ya, ubi bombing," ujar Prabowo.
Ia kemudian meminta dilakukan pengetesan untuk mengetahui keahlian bahan tersebut andaikan ditebarkan dari udara, termasuk cakupan area nan dapat dipadamkan.
"Mungkin 4 ton ubi serbuk alias ubi apa tepung ini kita uji coba efektif luasnya berapa ya," kata Prabowo.
Dalam rapat tersebut, Prabowo juga meminta BNPB mengecek kemungkinan penggunaan unsur pemadam lain nan lebih efektif dibandingkan air. Ia apalagi meminta BRIN meneliti kemungkinan produksi alias pengadaan bahan tersebut.
"Ya coba dicek ya mungkin BRIN ya coba dicek ya BRIN ya BRIN apakah bisa produksi alias kita sourcing. Kan dijual untuk perangkat ya isinya ya kita mau isinya cari sourcing dari mana sehingga mungkin lebih efektif untuk tim-tim nan terjun dia, dia sudah bawa ya kan tabung-tabung itu mungkin ini lebih sigap gitu," jelas Prabowo.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·