Anggie Ariesta
, Jurnalis-Jum'at, 14 Agustus 2026 |11:40 WIB

Presiden Prabowo (Foto: Okezone)
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka memerintahkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengusut tuntas keterlibatan oknum Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam beragam tindakan penyelundupan.
Hal tersebut berasal dari ketegasan Prabowo meminta jejeran penegak norma memutus rantai kebocoran negara akibat aktivitas tambang terlarangan nan ditengarai melibatkan oknum aparat.
“Tapi Menteri Keuangan, usut Bea Cukai juga! Iya, kan?” kata Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Instruksi spontan tersebut langsung disambut sorak-sorai dan tepuk tangan riuh dari para personil DPR, MPR, serta DPD RI nan memadati ruang Rapat Paripurna.
Sebelumnya, Prabowo juga secara tegas meminta Panglima TNI dan Kapolri mengusut dugaan ribuan tambang ilegal.
“Karena itu saya minta bener-bener Panglima TNI dan Kapolri, usut! Tidak mungkin 1.000 tambang melangkah terlarangan tanpa pejabat kepolisian dan TNI,” ujar Prabowo.
Selain Kementerian Keuangan dan abdi negara penegak hukum, Kepala Negara juga menyentil keahlian Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI nan dinilai tetap belum maksimal dalam menutup celah penyelundupan peralatan di perbatasan wilayah perairan Indonesia.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·