Prabowo Minta Konsesi Tak Asal Diberikan: 2 Tahun Tidak Ada Aktivitas, Cabut!

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya agar tidak mudah memberikan konsesi kepada pengusaha tanpa memastikan keahlian mengelola dan menjalankan aktivitas usaha. Ia menyoroti banyaknya konsesi nan telah diberikan, tetapi tidak dimanfaatkan selama puluhan tahun.

"Kita tidak boleh terlalu mudah membagi-bagi konsesi. Kita kudu teliti, nan kita percayakan konsesi itu dia betul punya keahlian alias tidak untuk menjalankan," kata Prabowo di Rakornas TPAKD, Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, banyak pengusaha nan mengusulkan konsesi meskipun tidak mempunyai skill operasional tambang. Konsesi tersebut kemudian berpotensi hanya digunakan untuk kepentingan spekulasi alias diperjualbelikan melalui pasar modal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masalahnya, banyak konsesi kita berikan, puluhan tahun tidak dikerjakan. Inilah nan sedang kita tertibkan. Mungkin dulu para pengusaha tertentu berspekulasi," ujarnya.

"Minta saja konsesi, dia bukan mahir tambang, dia bukan, dia nggak ngerti operasi tambang. Tapi dia minta saja. Begitu dikasih, dia pakai, entah untuk spekulasi, untuk dimasukkan ke bursa-bursa di mana. Ujungnya, ya kita juga rugi sebagai bangsa. Puluhan tahun tidak dikerjakan," lanjut Prabowo.

Prabowo telah menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mencabut konsesi nan tidak menunjukkan aktivitas nyata selama lebih dari dua tahun.

"Saya memberi petunjuk kepada Menteri ESDM, lebih dari dua tahun tidak ada aktivitas nyata, cabut!" ucapnya.

Prabowo lampau menyinggung konsesi nan tidak dikerjakan selama 28 tahun di Tanimbar, Maluku. Ia bercerita bahwa dirinya sampai turun tangan mempertanyakan langsung ke pemilik konsesi ialah perusahaan asal Jepang.

"Ada konsesi 28 tahun ya, Papua, Maluku Barat Daya, Masela, Maluku Tanimbar, bukan barat daya Tanimbar, 28 tahun tidak dikerjakan. Saya terbang ke Jepang, saya ketemu tokoh-tokoh di Jepang," ujarnya.

"Saya tanya dengan hormat, saya tanya dengan sopan, kan jika presiden kudu sopan, kan? Saya tanya dengan baik, "Yang Mulia, apa pihak Jepang, pihak Inpex tetap tertarik mengerjakan? Kalau tidak, ya terpaksa kami kudu mencabut, lantaran rakyat kami sangat membutuhkan. Rakyat kami tetap banyak nan hidupnya susah'," lanjut Prabowo.

(eva/ygs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑