Jakarta -
Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkap pesan Presiden Prabowo Subianto agar kerja sama Indonesia dan Rusia terus ditingkatkan, khususnya di bagian ekonomi. Selain itu, Prabowo juga mendorong agar hubungan nan selama ini telah terjalin dapat terus dilanjutkan dan diperkuat di beragam bidang.
"Dalam pertemuan tadi, Pak Presiden juga menyampaikan hal-hal nan sekiranya bisa ditingkatkan dalam kerja sama antara kedua negara khususnya di bagian ekonomi. Kemudian juga melanjutkan hubungan-hubungan nan sudah terjalin selama ini antara kedua negara," kata Sugiono dalam keterangannya, dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (14/4/2026).
Sugiono menegaskan Rusia merupakan salah satu mitra strategis Indonesia sekaligus mitra jual beli nan mempunyai peran penting. Ke depan kedua negara berencana meningkatkan hubungan antarwarga Indonesia dan Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti kita ketahui bersama, Rusia merupakan salah satu mitra strategis bagi Indonesia dan juga merupakan rekan ataupun mitra jual beli nan cukup penting, sangat krusial bagi perdagangan dan ekonomi Indonesia. Beberapa rencana ke depan juga dilakukan di seputar perkuatan hubungan ekonomi kedua negara dan hubungan antarwarga negara baik itu Rusia maupun Indonesia," ujarnya.
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow pada Senin (13/4 )berlangsung selama 5 jam. Pertemuan itu menghasilkan beberapa kesepakatan, termasuk kerja sama di sektor energi.
Pertemuan diawali dua jam secara bilateral, dilanjutkan dengan tiga jam pertemuan empat mata antara kedua pemimpin. Pada pertemuan itu, kedua negara menyepakati sejumlah poin krusial kerja sama strategis, khususnya di sektor daya dan sumber daya mineral nan menjadi prioritas jangka panjang kedua negara.
"Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan daya migas dan hilirisasi," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/4/2026).
Selain sektor energi, Teddy menyebut kedua negara juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama di beragam bagian lainnya nan dinilai mempunyai akibat langsung terhadap pembangunan nasional. Kelanjutan kerja sama itu di bagian riset hingga investasi.
"Keberlanjutan beberapa kerja sama di bagian pendidikan riset teknologi, bagian pertanian, dan bagian investasi di beragam sektor terutama pembangunan industri di Indonesia," ucapnya.
(eva/dhn)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·