Presiden Prabowo Subianto meminta BMKG memperkuat operasi modifikasi cuaca (OMC) di beragam wilayah Indonesia untuk mengantisipasi kejadian El Nino nan diperkirakan terjadi berbarengan dengan musim tandus tahun ini.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fatani mengatakan, petunjuk itu diberikan agar pemerintah lebih siap menghadapi potensi kekeringan dan menjaga ketahanan pangan nasional.
"Bapak Presiden itu memberikan instruksi, memberikan direktif kepada BMKG agar memperkuat operasi modifikasi cuaca di Indonesia agar kita dapat mengantisipasi tandus nan berbarengan dengan El Nino ini dengan sebaik-baiknya," ujar Teuku usai menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) IKASTARA di Wisma Serbaguna GBK, Jakarta, Sabtu (23/5).
Menurut Teuku, operasi modifikasi cuaca nantinya bakal dilakukan secara berjenjang di seluruh Indonesia untuk menjaga kesiapan air di waduk, embung, hingga wilayah tangkapan air.
"Jadi OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) ini bakal berjenjang di seluruh Indonesia," kata dia.
Teuku menjelaskan, pemerintah perlu mengantisipasi akibat El Nino lantaran kejadian tersebut berpotensi membikin musim tandus menjadi lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.
"Dan itu nan perlu kita waspadai ketika di bulan Juni, Juli, Agustus, kelak puncak musim tandus Agustus, September, itu dapat membikin tandus di Indonesia bakal lebih panjang dan juga lebih kering dari nan terjadi dalam rata-rata 30 tahun terakhir," ungkapnya.
Teuku mengatakan, operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk memastikan persediaan air nasional tetap terjaga, terutama demi mendukung sasaran swasembada pangan pemerintah.
"Nah kemudian kelak ketika musim tandus terjadi tentunya kita kudu siap andaikan mau swasembada pangan maka kita punya 220 waduk di Indonesia kurang lebih, itu apakah sanggup untuk dapat mengairi irigasi, untuk air minum, untuk pembangkit listrik," tandasnya.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·