Prabowo Kritik Anomali Ekonomi: Tumbuh 5 Persen, tapi Kemiskinan Bertambah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Tumbuh 5 Persen, tapi Kemiskinan Bertambah Presiden Prabowo Subianto.(Dok. Youtube Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto menilai pertumbuhan ekonomi nasional nan stabil di kisaran 5 persen per tahun belum otomatis memperbaiki kesejahteraan rakyat. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai anomali, terutama ketika jumlah masyarakat miskin justru bertambah dan kelas menengah melemah.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama 2026 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa.

Menurut Prabowo, secara hitung-hitungan sederhana, pertumbuhan ekonomi 5% per tahun selama tujuh tahun semestinya membikin Indonesia jauh lebih sejahtera.

“Selama tujuh tahun belakangan ini dikatakan bahwa ekonomi kita tumbuh 5% tiap tahun. Tujuh tahun kali lima, berfaedah 35 persen pertumbuhannya. Logikanya selama tujuh tahun Indonesia tambah kaya 35%,” kata Prabowo dilansir dari Antara,

Namun, kata Presiden, realitas sosial nan terjadi tidak sepenuhnya mencerminkan capaian pertumbuhan tersebut. Ia menyoroti tetap adanya masyarakat miskin nan bertambah, sementara sebagian golongan kelas menengah kembali turun secara ekonomi.

“Kenyataan bahwa setelah tujuh tahun tumbuh 5%, masa masyarakat miskin tambah. Negara tambah kaya, rakyat miskin tambah. Ini kan sesuatu nan aneh, nan anomali. nan kelas menengah nan sudah tadinya lepas dari kemiskinan, turun,” ujarnya.

Prabowo menilai situasi itu menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam sistem ekonomi nasional. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi belum terdistribusi secara setara kepada seluruh lapisan masyarakat.

Ia mengatakan, andaikan kemiskinan meningkat dan kelas menengah menyusut di tengah pertumbuhan ekonomi, maka faedah pertumbuhan tersebut patut dipertanyakan.

“Kita lihat bahwa ini berfaedah sistem kita keliru. Sistem ini keliru lantaran apa, jika orang miskin tambah, nan menengah juga berkurang, berfaedah nan menikmati pertumbuhan ini hanya segelintir orang,” kata Prabowo.

Kepala Negara menegaskan pembangunan ekonomi tidak boleh hanya berakhir pada nomor pertumbuhan. Ia mengatakan pemerintah kudu memastikan pertumbuhan bisa memperluas kesejahteraan, mengurangi kemiskinan, dan menghadirkan keadilan sosial.

Prabowo menyatakan pemerintahannya bakal membenahi beragam kebijakan agar hasil pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh rakyat.

Menurut dia, cita-cita kemerdekaan Indonesia adalah menghadirkan keadilan sosial dan kemakmuran bagi seluruh rakyat, bukan hanya bagi golongan tertentu.

“Ini nan saya yakini dan ini nan bakal saya kerjakan, untuk saya penuhi sumpah saya kepada rakyat untuk menjaga kepentingan rakyat sesuai dengan sumpah saya waktu saya dilantik,” ujar Presiden. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia