Presiden Prabowo Subianto saat menerima kunjungan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6).(MI/Dok Muchlis Jr - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
PRESIDEN Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar jamuan makan siang kenegaraan untuk menyambut kunjungan resmi Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6). Pertemuan tersebut berjalan dalam suasana hangat dan akrab, mempertegas kedekatan hubungan diplomatik nan telah terjalin selama puluhan tahun.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Jerman merupakan mitra strategis nan mempunyai tempat spesial di hati masyarakat Indonesia. Ia mengapresiasi perbincangan produktif nan telah dilakukan dan menyebut Jerman sebagai salah satu pilar krusial kerja sama Indonesia di area Eropa.
"Selama 74 tahun, perhubungan diplomatik kita telah memberikan faedah nyata bagi rakyat kita. Jerman secara konsisten menjadi sumber inspirasi melalui inovasi, kemajuan teknologi, serta disiplin nan kuat," ujar Presiden Prabowo dalam keterangan resminya.
Inspirasi Pembangunan dan Teknologi
Presiden Prabowo menyoroti gimana Jerman telah menjadi kiblat bagi pembangunan teknologi di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penduduk negara Indonesia nan menempuh pendidikan dan training di sana, termasuk Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie, nan mempunyai rekam jejak panjang di Jerman.
Secara personal, Prabowo juga berbagi pengalamannya saat menjalani training militer di Jerman pada tahun 1981. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bukti nyata kualitas sistem pendidikan dan kedisiplinan nan dimiliki oleh negara tersebut.
Ringkasan Pertemuan Kenegaraan RI-Jerman
| Waktu & Tempat | Senin, 15 Juni 2026, Istana Negara, Jakarta |
| Tamu Kehormatan | Presiden Frank-Walter Steinmeier & Ibu Elke Büdenbender |
| Usia Hubungan Diplomatik | Menuju 75 Tahun (Resmi 74 Tahun) |
| Sektor Unggulan | Inovasi, Teknologi, Pendidikan, dan Institusi |
| Konteks Sejarah | Hubungan akademik terjalin sejak sebelum kemerdekaan RI |
Melampaui Hubungan Formal
Lebih jauh, Prabowo mengungkapkan bahwa akar hubungan antara Indonesia dan Jerman sebenarnya jauh lebih dalam daripada usia hubungan diplomatik resmi. Kontribusi kalangan akademik Jerman dalam memperkenalkan Indonesia ke bumi internasional sudah dimulai apalagi sebelum proklamasi kemerdekaan.
Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan angan agar kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama di tengah ketidakpastian global. Ia mendoakan kesehatan bagi Presiden Steinmeier beserta Ibu Elke Büdenbender, serta kemakmuran bagi rakyat kedua negara.
"Saya berambisi persahabatan dan kerja sama nan telah terjalin dapat terus berkembang dan membawa faedah bagi kedua bangsa pada masa mendatang," pungkasnya. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·