Prabowo Geram Harga Komoditas RI Ditentukan Asing, Siapkan Bursa Mineral

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 14 Agustus 2026 |16:35 WIB

Prabowo Geram Harga Komoditas RI Ditentukan Asing, Siapkan Bursa Mineral

Presiden Prabowo Subianto menyoroti Indonesia nan selama ini menjadi salah satu produsen komoditas terbesar dunia. (Foto: Okezone.com/Aldi Chandra)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyoroti Indonesia nan selama ini menjadi salah satu produsen komoditas terbesar dunia, tetapi nilai komoditasnya justru ditentukan di luar negeri. Untuk mengubah kondisi ini, Prabowo pun menyiapkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis sebagai salah satu strategi agar Indonesia mempunyai referensi nilai komoditas sendiri.

Prabowo mengatakan, Indonesia selama puluhan tahun menjadi produsen besar beragam komoditas, seperti kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, dan karet. Namun, nilai komoditas nan dihasilkan dari sumber daya alam dan kerja masyarakat Indonesia tetap kerap merujuk pada nilai nan terbentuk di bursa komoditas luar negeri.

“Selama puluhan tahun, Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar bumi untuk kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, karet, dan beragam komoditas lainnya,” ujar Prabowo, dalam Pidato Presiden RI pada Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 Beserta Nota Keuangannya, Jumat (14/8/2026).

“Tetapi terlalu sering nilai kekayaan nan keluar dari bumi dan keringat rakyat Indonesia justru ditentukan di luar negeri, di bursa komoditas luar negeri, dengan referensi nan tidak kita corak sendiri,” lanjutnya.

Prabowo menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi ketika Indonesia menanggung biaya produksi dan menjual komoditas, sementara pihak lain di luar negeri mempunyai pengaruh besar dalam menentukan nilai serta menikmati sebagian nilai transaksi.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com