Binti Mufarida
, Jurnalis-Jum'at, 13 Maret 2026 |20:51 WIB

Presiden Prabowo (Foto: Okezone)
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto berencana mengambil langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebagai respons terhadap akibat bentrok nan terjadi di Timur Tengah terhadap nilai daya dunia. Rencana tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026).
Prabowo menilai gejolak nilai minyak dunia dapat berakibat luas terhadap perekonomian nasional, termasuk pada nilai pangan. Karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah proaktif untuk menekan konsumsi energi, salah satunya melalui kebijakan efisiensi penggunaan BBM.
“Tentunya kita juga sekarang kudu melakukan langkah-langkah nan proaktif, dalam makna kita kudu melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita berterima kasih kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” kata Prabowo.
Menurutnya, sejumlah negara telah lebih dulu mengambil langkah serupa. Sejumlah negara nan telah melakukan kebijakan penghematan daya diantaranya dilakukan oleh Thailand dan Vietnam nan mendorong sebagian pegawai bekerja dari rumah alias work from home (WFH) untuk mengurangi mobilitas dan konsumsi bahan bakar.
Sementara itu, Filipina menerapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sejumlah instansi pemerintah, sekaligus membatasi perjalanan dinas serta beragam aktivitas pemerintahan guna menekan penggunaan energi.
Prabowo pun menyinggung langkah nan dilakukan oleh Pakistan sebagai contoh kebijakan penghematan nan cukup ketat. Dalam paparannya kepada jejeran kabinet, dia apalagi menunjukkan slide berisi sejumlah langkah nan disebut sebagai “critical measures” oleh pemerintah Pakistan.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·