, JAKARTA, – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) menargetkan program SMK Go Global bisa mendorong brain circulation alias sirkulasi otak, ialah pergerakan timbal kembali pekerja terampil dari negara penempatan kembali ke Indonesia. Program ini diharapkan menciptakan kumpulan talenta dengan kompetensi standar global, pengalaman profesional, dan etos kerja nan mumpuni.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menyatakan bahwa sirkulasi otak ini memungkinkan para pekerja nan kembali ke Tanah Air untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan nasional. "Banyak mantan pekerja migran nan telah menyelesaikan perjanjian di luar negeri pulang untuk mendirikan upaya mikro alias mengejar kesempatan pekerjaan nan lebih baik di Indonesia," ujar Mukhtarudin di Jakarta, Rabu.
Untuk memastikan penerapan program melangkah lancar dan berkelanjutan, kementerian telah mengangkat kerangka strategis delapan poin. Kerangka ini secara konseptual terbagi menjadi lima strategi penerapan dan tiga tujuan utama.
Lima Strategi Implementasi
Lima strategi penerapan tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia agar sesuai dengan permintaan pasar tenaga kerja global. Selain itu, strategi ini memastikan para calon pekerja migran memanfaatkan jalur penempatan nan legal dan aman.
Strategi selanjutnya berfokus pada pengamanan posisi pekerjaan di luar negeri nan berbobot tinggi dan sesuai permintaan. Peningkatan kesejahteraan family pekerja sekaligus mendongkrak persediaan devisa negara juga menjadi perhatian utama, di samping pengelolaan program nan profesional, transparan, dan terintegrasi.
Tiga Tujuan Utama
Sementara itu, tiga tujuan utama program ini meliputi akibat sosial positif seperti peningkatan kesempatan kerja, pengembangan tenaga kerja nan sangat profesional, serta pertumbuhan ekonomi nan didorong oleh remitansi. KemenP2MI optimistis program SMK Go Global bakal menjadi katalisator dalam mencetak talenta unggul.
"Kementerian optimistis bahwa program SMK Go Global akan berfaedah sebagai katalis untuk menghasilkan talenta papan atas, memperluas kesempatan kerja nan kondusif bagi pekerja terampil, dan memperkuat daya saing bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045," kata Mukhtarudin.
Mukhtarudin menekankan bahwa kerangka strategis tersebut merupakan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan penempatan pekerja migran guna mengembangkan sumber daya manusia nan berkekuatan saing global. "Inilah tepatnya nan kami maksud dengan sirkulasi otak," tegasnya.
Pemerintah menargetkan dapat memfasilitasi pekerjaan di luar negeri bagi 500 ribu talenta Indonesia antara tahun 2026 hingga 2029 melalui program ini. Angka tersebut terdiri dari 300 ribu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 200 ribu perseorangan dari masyarakat umum.
Untuk mencapai sasaran tersebut, kementerian merencanakan training dan penempatan 40 ribu calon pekerja migran pada 2026. Jumlah itu bakal ditingkatkan menjadi 140 ribu pada 2027, lampau 180 ribu pada 2028, dan kembali ke nomor 140 ribu pada 2029.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·