Kemenbud RI Revitalisasi Hampir 200 Museum dan Cagar Budaya di 2025

Sedang Trending 1 jam yang lalu

, JAKARTA – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mengumumkan rencana ambisius untuk merevitalisasi nyaris 200 museum dan situs cagar budaya sepanjang tahun ini. Program nan digagas oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon ini menyasar beragam letak penting, mulai dari museum provinsi hingga istana kerajaan besar di seluruh Nusantara.

"Hampir 200 situs bakal direvitalisasi tahun ini. Mulai dari museum hingga istana kerajaan besar, seperti Istana Maimun, Keraton Surakarta, dan beberapa istana lainnya di Kalimantan dan Sulawesi," ujar Fadli Zon dalam sebuah aktivitas obrolan di Jakarta, Rabu.

Fadli menekankan bahwa museum-museum provinsi menjadi konsentrasi utama, terutama dari segi penataan pameran. Ia menilai, meskipun banyak museum wilayah menyimpan artefak luar biasa, tampilan dan penyajiannya tetap jauh dari standar nan memadai.

Demi Generasi Muda dan Pelestarian Sejarah

Program revitalisasi ini dinilai krusial untuk menjadikan museum lebih menarik bagi generasi muda. Tujuannya adalah mentransformasi museum menjadi pusat edukasi nan modern, atraktif, dan nyaman bagi semua kalangan.

Lebih lanjut, Fadli menjelaskan bahwa penataan pameran nan tepat sangat krusial agar museum dapat sepenuhnya menjalankan perannya sebagai pusat pelestarian budaya dan sejarah. Tanpa display nan baik, nilai-nilai krusial dari artefak tidak dapat tersampaikan secara optimal kepada publik.

Apresiasi dan Harapan untuk Kepala Daerah

Dalam kesempatan itu, Fadli Zon memberikan apresiasi unik kepada Gubernur Sulawesi Utara nan telah memprioritaskan revitalisasi museum provinsi melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hasilnya, museum tersebut sekarang bisa menarik jumlah visitor nan mengesankan.

Namun, dia menyayangkan tetap banyak kepala wilayah lain nan kurang memberikan perhatian pada museum provinsi alias taman budaya. Padahal, akomodasi tersebut berpotensi besar sebagai ruang dwifungsi untuk pendidikan dan wisata warisan budaya.

"Museum provinsi dan taman budaya ini sebenarnya menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kebudayaan, berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp3 miliar per tahun," jelasnya.

Fadli berambisi para pemimpin wilayah di seluruh Indonesia dapat lebih memahami keberadaan biaya tersebut dan memanfaatkannya secara efektif. Ia menegaskan bahwa museum dan taman budaya adalah pusat vital bagi kemajuan budaya daerah.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional