Potret Warga Arab Mengungsi, Netanyahu Kumat-Siap Bombardir Habis

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Lalu lintas di jalan raya saat orang-orang berceceran melarikan diri dari pinggiran selatan Beirut, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang sasaran di pinggiran kota, Lebanon, 1 Juni 2026. (REUTERS/Moha

Jalan-jalan di Beirut, Lebanon, khususnya di area pinggiran selatan nan dikenal sebagai Dahiyeh, dipadati kendaraan pada Senin (1/6/2026) setelah penduduk bergegas meninggalkan wilayah nan menjadi pedoman kuat Hizbullah. Kepanikan terjadi menyusul perintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk melancarkan serangan ke area tersebut. (REUTERS/Mohamed Azakir)

Orang-orang beramai-ramai menggunakan skuter saat mereka melarikan diri dari pinggiran selatan Beirut, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang sasaran di pinggiran kota, Lebanon, 1 Juni 2026.

Netanyahu memerintahkan militer Israel menyerang pinggiran selatan Beirut nan dikuasai Hizbullah, menandai eskalasi terbaru dalam bentrok nan semakin memperumit upaya diplomatik untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran. (REUTERS/Mohamed Azakir)

Seorang wanita memberi isyarat dari dalam mobil sementara orang-orang berceceran melarikan diri dari pinggiran selatan Beirut, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang sasaran di pinggiran kota, Lebanon, 1 Juni 2026.

Dalam pernyataannya, instansi Netanyahu menyebut serangan dilakukan sebagai respons atas “pelanggaran berulang” terhadap gencatan senjata oleh Hizbullah serta serangan terhadap kota-kota dan penduduk Israel. (REUTERS/Mohamed Azakir)

Para wanita melangkah di jalanan sementara orang-orang berceceran melarikan diri dari pinggiran selatan Beirut, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang sasaran di pinggiran kota, Lebanon, 1 Juni 2026.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz turut mendukung operasi tersebut dengan memerintahkan serangan terhadap apa nan disebut sebagai “target teroris” di Dahiyeh. (REUTERS/Mohamed Azakir)

Orang-orang nan membawa barang-barang mereka berlarian saat melarikan diri dari pinggiran selatan Beirut, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang sasaran di pinggiran kota, Lebanon, 1 Juni 2026.

Di Teheran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan serangan Israel di Lebanon menjadi salah satu aspek nan menghalang proses diplomatik untuk mengakhiri perang AS-Iran. Ia menegaskan bahwa tercapainya gencatan senjata di Lebanon merupakan bagian krusial dari setiap kesepakatan tenteram nan sedang diupayakan. (REUTERS/Mohamed Azakir)

Seorang wanita dan anak-anak duduk di belakang kendaraan bermotor saat orang-orang berceceran melarikan diri dari pinggiran selatan Beirut, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang sasaran di pinggiran kota, Lebanon, 1 Juni 2026.

Serangan terbaru ini terjadi setelah meningkatnya pertempuran di Lebanon selatan sepanjang akhir pekan. Pasukan Israel dilaporkan merebut Kastil Beaufort nan berumur sekitar 900 tahun, sementara Netanyahu memerintahkan ekspansi operasi darat. (REUTERS/Mohamad Azakir)

Orang-orang melangkah di jalan raya sembari melarikan diri dari pinggiran selatan Beirut, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang sasaran di pinggiran kota, Lebanon, 1 Juni 2026.

Sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata Lebanon pada 16 April lalu, Israel hanya dua kali melancarkan serangan ke Dahiyeh, meski bentrok di wilayah selatan Lebanon terus berlanjut. (REUTERS/Mohamed Azakir)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News