Kereta Listrik BEMU Bakal Beroperasi ke Bandung, Ini Rute-Jadwalnya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menghadirkan kereta api berbasis baterai alias Battery Electric Multiple Unit (BEMU) di Indonesia mulai tahun depan. Jalur Padalarang-Cicalengka di Bandung Raya dipilih menjadi rute pertama nan bakal menggunakan teknologi kereta listrik tanpa kabel listrik aliran atas (LAA) tersebut.

Direktur Portofolio Management dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa mengatakan, perkembangan teknologi kendaraan listrik dan baterai saat ini membuka kesempatan baru bagi industri perkeretaapian nasional.

"Nah kita saat ini memandang perkembangan dari elektrik vehicle alias baterai, kita juga memandang bahwa baterai itu juga bisa dipakai di kereta api. Nah challenge-nya kita sekarang adalah tadi kita sudah punya beberapa sarana, diesel, elektromotor unit nan perlu diganti. Kemudian elektrifikasi kita juga sangat rendah, hanya 10%," kata Gede dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) berbareng Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Menurut dia, tingkat elektrifikasi jalur kereta api di Indonesia tetap sangat terbatas. Dari total jaringan rel nan mencapai lebih dari 6.000 kilometer, hanya sekitar 600 kilometer nan telah menggunakan sistem elektrifikasi.

"Dari 6.000 lebih kilometer, hanya 600 kilometer nan elektrifikasi, dan membiayai elektrifikasi itu mahal," ujarnya.

Selain memerlukan investasi besar, sistem elektrifikasi konvensional juga dinilai mempunyai tantangan operasional tersendiri.

"Kemudian potensi gangguan operasional elektrifikasi di Indonesia juga tetap tinggi. Kalau kita mau mengangkat teknologi baru, tentunya kita mau memandang bahwa baterai ini kemajuan teknologinya sudah sedemikian rupa, sehingga sudah mulai bisa diadopsi oleh kereta api, lantaran kapasitasnya nan besar. Demikian juga, bukan hanya kapabilitas tapi berat baterai juga sedemikian rupa dan sudah semakin canggih, sekarang semakin ringan dan semakin fleksibel," jelasnya.

Karena itu, KAI berencana mulai mengangkat kereta berbasis baterai untuk jasa komuter. Kajian dan penjajakan kerja sama dengan PT Industri Kereta Api (Persero) alias INKA telah dimulai tahun ini.

"Jadi kita di KAI bermaksud untuk mengangkat baterai elektrikal multiple unit mulai tahun depan. Di mana kajiannya dan juga engaging and principle berbareng dengan INKA juga mulai tahun ini," ungkap Gede.

Bandung Raya menjadi wilayah pertama nan bakal merasakan teknologi baru tersebut. KAI memilih lintas Padalarang-Cicalengka sebagai proyek percontohan lantaran permintaan jasa komuter nan terus meningkat.

"Rencana kita pertama adalah, teknologi baru baterai ini bakal kita coba di jalur Padalarang Cicalengka. Sebagaimana diketahui, sekarang commuter line di sini memakai diesel multiple unit dan minatnya itu semakin tinggi dari hari ke hari," katanya.

Dengan teknologi baterai, KAI tidak perlu menunggu pembangunan jaringan elektrifikasi nan menyantap biaya besar untuk menghadirkan jasa kereta listrik di jalur tersebut.

"Jadi dengan adanya rencana baterai elektrikal multiple unit ini, kita bisa langsung membikin commuter line Padalarang Cicalengka tanpa menunggu elektrifikasi," lanjut dia.

Gede menjelaskan, kereta baterai nan direncanakan bakal beraksi di lintas sepanjang sekitar 42 kilometer tersebut mempunyai keahlian pengisian daya nan relatif cepat.

"Speknya adalah, ini bakal menjadi sekitar 42 km, ngecasnya itu dengan teknologi sekarang hanya 15 menit sudah full cas, sehingga bisa langsung melangkah tanpa ada LAA," jelasnya.

KAI menargetkan proses pengadaan dimulai pada September 2026. Jika melangkah sesuai rencana, satu rangkaian kereta baterai pertama bakal tiba pada kuartal II-2027.

"Rencana kami adalah mulai di September 2026 ini, sudah mulai ada procurement process, sehingga delivery satu train set itu di Q2-2027," kata Gede.

Menurutnya, andaikan proyek percontohan di Bandung berhasil, teknologi kereta baterai berpotensi diterapkan di beragam kota lain di Indonesia, nan saat ini belum mempunyai jaringan elektrifikasi.

"Mudah-mudahan dengan adanya baterai ini, itu juga bakal menjadi teknologi nan kita adopt di commuter line di kota-kota nan lain tanpa perlu elektrifikasi nan cukup mahal," ujarnya.

Adapun proyek BEMU di Bandung bakal melayani koridor komuter Padalarang-Cicalengka dengan panjang lintas sekitar 42 kilometer. Jalur tersebut membentang dari Padalarang, Cimahi, Bandung, hingga Cicalengka, dengan sejumlah stasiun antara seperti Cimindi, Andir, Kiaracondong, Gedebage, Rancaekek, dan Haurpugur.

Skemanya, kereta bakal menggunakan kombinasi operasi berbasis baterai dan support elektrifikasi pada segmen tertentu. Pengisian daya direncanakan dilakukan di titik Padalarang, depo Bandung, dan Cicalengka dengan waktu pengisian penuh sekitar 10-15 menit.

KAI memperkirakan jasa ini dapat beraksi dengan kecepatan hingga 120 km per jam dan headway sekitar 15-30 menit.

(dce/dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News