Meski hidup dalam ketidakpastian, sebagian penduduk Iran berupaya menjalani hari seperti biasa. Bahkan mereka tetap menonton bola.
Perempuan Iran melangkah melewati mural anti-AS di sebuah jalan di Teheran, Iran, awal pekan ini. Meski hidup dalam ketidakpastian, sebagian penduduk Iran tetap berupaya menjalani hari seperti biasa. (via REUTERS/Majid Asgaripour)
Terlihat perempuan-perempuan Iran melewati area perbelanjaan di ibu kota. Tak dipungkiri, perang telah membikin sekolah ditutup selama berhari-hari, toko-toko menghentikan operasionalnya, sementara sebagian masyarakat memilih tetap berada di rumah untuk menghindari akibat pemboman di tengah konflik. (via REUTERS/Majid Asgaripour)
Pengumuman kesepakatan antara AS dan Iran, Rabu ,memberi napas lega ke penduduk Iran. Meski begitu, dalam perkembangan Jumat (19/6/2026), pembicaraan baru nan semestinya dilakukan di Swiss dibatalkan. (via REUTERS/Majid Asgaripour)
Sejak bentrok meningkat, sebenarnya rutinitas normal nyaris lenyap dari kota metropolitan nan padat masyarakat tersebut. Ketidakpastian menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari lantaran penduduk tidak menerima peringatan sebelumnya ketika serangan udara menghantam ibu kota. (via REUTERS/Majid Asgaripour)
Meski begitu, fans bola tetap tak mau melewatkan pertandingan Piala Dunia nan melibatkan tim nasional negara itu. Pada foto, penduduk menonton pertandingan Iran melawan Selandia Baru nan berhujung sama 2:2. (via REUTERS/Majid Asgaripour)
source on Google
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·