Potret Perang Saudara Guncang Bandara Ibu Kota, 11 Tentara Tewas

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kelompok hubungan Al-Qaeda di Afrika Barat mengeklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap airport dan pangkalan udara militer di ibu kota Niger, Niamey.

A damaged building, following an attack on Thursday at the airport and military airbase in Niger's capital, for which the West Africa's al Qaeda affiliate, Jama'at Nusrat al-Islam wal Muslimin (JNIM), claims responsibility, in Niamey, Niger, June 18,

Kelompok hubungan Al-Qaeda di Afrika Barat menyatakan bertanggung jawab atas serangan terhadap airport dan pangkalan udara militer di ibu kota Niger, Niamey, nan menewaskan sedikitnya 11 personil pasukan keamanan. Insiden ini kembali menyoroti memburuknya situasi keamanan di area Sahel nan selama bertahun-tahun dilanda tindakan golongan militan. (ORTN/Handout via REUTERS)

NIGER-SECURITY/

Serangan terjadi pada Kamis (18/6/2026) pagi sekitar pukul 06.00 waktu setempat dan berjalan lebih dari dua jam. Berdasarkan keterangan saksi mata, baku tembak terjadi di sekitar kompleks airport nan juga menjadi letak pangkalan militer strategis. (ORTN/Handout via REUTERS)

NIGER-SECURITY/

Pemerintah Niger menyatakan sedikitnya 11 personel keamanan tewas dalam serangan tersebut. Tayangan televisi pemerintah ORTN memperlihatkan abdi negara keamanan berjaga di sekitar akomodasi kargo bandara, sementara sejumlah jasad terlihat tergeletak di jalan tanah di dekat letak kejadian. (ORTN/Handout via REUTERS)

NIGER-SECURITY/

Kelompok Jama'at Nusrat al-Islam wal Muslimin (JNIM), nan merupakan hubungan Al-Qaeda di area Afrika Barat, mengaku berada di kembali serangan tersebut melalui pernyataan nan dirilis sayap medianya, Yayasan Az-Zallaqa. (ORTN/Handout via REUTERS)

NIGER-SECURITY/

Serangan ini merupakan kali kedua kompleks airport Niamey menjadi sasaran golongan militan sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, pada Januari lalu, golongan hubungan ISIS di area Sahel alias Islamic State Sahel Province (ISSP) juga melancarkan serangan ke letak nan sama. JNIM merupakan salah satu golongan bersenjata paling aktif di area Sahel. Selain beraksi di Niger, golongan ini juga mempunyai jaringan kuat di Burkina Faso dan Mali. Pada April lalu, JNIM melancarkan serangkaian serangan besar di Mali, termasuk menyerang airport di ibu kota Bamako, menewaskan pejabat pertahanan, serta merebut sejumlah pangkalan militer. (ORTN/Handout via REUTERS)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News