Potret Kapal Induk 'Karatan' AS Sandar di Thailand Pasca Perang Iran

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

USS Abraham Lincoln tiba di Thailand setelah lebih dari delapan bulan di laut, dengan lambung karatan akibat penugasan tempur

Kapal induk kelas Nimitz milik Angkatan Laut AS, USS Abraham Lincoln, berlayar menuju Pelabuhan Laem Chabang untuk singgah dan beristirahat setelah penugasan panjang di Timur Tengah, di Provinsi Chonburi, Thailand, pada 2 September 2026. (REUTERS/Cha

Kapal induk kelas Nimitz milik Angkatan Laut AS, USS Abraham Lincoln, berlayar menuju Pelabuhan Laem Chabang untuk beristirahat setelah menjalani penugasan panjang di Timur Tengah, di Provinsi Chonburi, Thailand, Rabu (2/9/2026). Kapal berbobot sekitar 100.000 ton tersebut akhirnya tiba di pelabuhan itu, sekaligus menjadi kunjungan pertamanya ke Thailand dalam lebih dari delapan bulan. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

IRAN-CRISIS/THAILAND-USA

Kapal berbobot sekitar 100.000 ton tersebut terlihat mengalami karat pada bagian lambung setelah lama berada di laut. Lincoln berangkat dari San Diego pada November dan dijadwalkan kembali ke California Selatan pada akhir tahun, nan menjadikannya salah satu penugasan terpanjang dalam sejarah modern Angkatan Laut AS. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Personel dan pesawat berada di geladak kapal induk kelas Nimitz milik Angkatan Laut AS, USS Abraham Lincoln, saat kapal tersebut berlayar menuju Pelabuhan Laem Chabang untuk berlabuh dan beristirahat setelah penugasan panjang di Timur Tengah, di Provinsi Chonburi, Thailand, pada 2 September 2026.

Komandan USS Lincoln Kapten Dan Keeler mengatakan seluruh awak antusias menjadikan Thailand sebagai letak kunjungan pelabuhan pertama dalam penugasan berhistoris tersebut. Senator AS Richard Blumenthal menyebut Lincoln mencatat rekor modern untuk jumlah hari berturut-turut di laut saat menjalankan misi tempur dan blokade dalam bentrok dengan Iran. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Personel dan pesawat berada di geladak kapal induk kelas Nimitz milik Angkatan Laut AS, USS Abraham Lincoln, saat kapal tersebut berlayar menuju Pelabuhan Laem Chabang untuk berlabuh dan beristirahat setelah penugasan panjang di Timur Tengah, di Provinsi Chonburi, Thailand, pada 2 September 2026.

Durasi penugasan panjang itu memicu sorotan terhadap kondisi sekitar 5.000 awak kapal. Sejumlah laporan menyebut adanya kekurangan pasokan kebutuhan pokok, kontaminasi air, masalah saluran air, penurunan kesehatan mental hingga dugaan upaya bunuh diri. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membantah kondisi tersebut dan menyebut situasi di kapal telah digambarkan secara keliru. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

USS Abraham Lincoln bersandar di Pelabuhan Laem Chabang di Provinsi Chonburi, Thailand, Rabu (2/9/2026). (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Di tengah polemik tersebut, Pentagon mengumumkan USS George Washington nan berbasis di Jepang bakal dikerahkan ke Timur Tengah untuk menggantikan Lincoln. Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Daryle Caudle mengakui penugasan berkepanjangan memberi tekanan terhadap personel, keluarga, dan lembaga Angkatan Laut, meski situasi bentrok turut menentukan lamanya pengerahan. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News