Hujan deras merusak rumah dan mengganggu mobilitas penduduk Mogadishu, Somalia. Pemerintah membentuk komite tanggap darurat untuk menangani banjir.
Sebuah mobil melintasi genangan di Jalan Km4, Mogadishu, Somalia, Rabu (16/9/2026). Hujan deras nan mengguyur ibu kota tersebut merusak sejumlah rumah dan mengganggu mobilitas penduduk di beberapa wilayah. Pemerintah wilayah Banadir kemudian membentuk komite tanggap darurat untuk menangani akibat cuaca ekstrem serta mengantisipasi potensi banjir. (REUTERS/Feisal Omar)
Warga mendorong sebuah mobil nan nyaris seluruh bagian terendam banjir di salah satu ruas jalan. Dilansir Dawan Africa, Kamis (17/9/2026), ahli bicara pemerintah wilayah Banadir, Salah Hassan Omar, mengatakan hujan mulai turun sekitar pukul 22.30 waktu setempat. Sejumlah rumah di Distrik Shangani dilaporkan rusak, namun hingga sekarang belum ada laporan korban jiwa. (REUTERS/Feisal Omar)
Pemerintah wilayah berbareng Pemerintah Kota Mogadishu berupaya membuka kembali jalan-jalan nan tergenang serta membantu penduduk nan terdampak. Penjabat Wali Kota Mogadishu sekaligus Wakil Gubernur Banadir bagian Keamanan dan Politik, Mohamed Ahmed Diriye Yabooh, menunjuk komite tersebut untuk mengoordinasikan support darurat. (REUTERS/Feisal Omar)
Komite nan dipimpin Wakil Gubernur Banadir bagian Pekerjaan Umum, Abdumajid Dahir Aden, bekerja membantu penduduk rentan, membersihkan saluran drainase, serta mengurangi akibat banjir akibat curah hujan lebih lanjut. (REUTERS/Feisal Omar)
Pemerintah wilayah menyatakan 14 wilayah di Mogadishu telah diidentifikasi sangat rentan terhadap hujan deras dan banjir nan diperkirakan terjadi hingga Desember 2026. Warga diimbau menghindari area rawan banjir serta gedung tua alias rusak, sementara pejabat distrik diminta tetap siaga dan berkoordinasi dengan masyarakat. (REUTERS/Feisal Omar)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·