Prabowo Buka Kans Rombak Kabinet, NasDem Merasa Tak Berhak Ikutan

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto tidak menutup kesempatan melakukan perombakan alias reshuffle kabinet pada momentum dua tahun masa pemerintahannya. Partai NasDem merasa tidak berkuasa jika kudu mengisi posisi di kabinet Prabowo.

Hal itu disampaikan oleh Sekjen NasDem Hermawi Taslim. Ia awalnya menyebut perombakan kabinet sepenuhnya kewenangan Prabowo.

"Merombak kabinet adalah kewenangan tunggal Presiden, beliau nan paling tau setelah mengevaluasi seluruh pembantunya," kata Hermawi saat dihubungi, Jumat (18/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hermawi lantas bicara posisi NasDem. Dia mengatakan NasDem bakal terus mendukung penuh Prabowo hingga 2029.

"NasDem mendukung penuh Pemerintahan Prabowo hingga akhir periode terutama melalui 2.200 personil legislatifnya nan tersebar di tingkat pusat sampai kabupaten/kota," ucap dia.

Kemudian, Hermawi merespons kesempatan masuk kabinet. Dia menekankan NasDem mau memberi pelajaran moral dan etika kepada publik perihal itu.

"Tentang kesempatan masuk kabinet, NasDem mau memberi pelajaran moral dan etika kepada publik, bahwa NasDem merasa tidak berkuasa untuk ikut dalam kabinet lantaran NasDem tidak ikut berkeringat dalam proses pilpres hingga terpilihnya Presiden Prabowo," ujar dia.

Tak hanya itu, Hermawi menegaskan NasDem mau menunjukkan ke publik bahwa NasDem partai nan punya etika. Selain itu, politik bagi NasDem juga bukan sekadar kekuasaan.

"NasDem dengan sepenuh hati mau menunjukkan kepada publik bahwa NasDem tetap mempunyai etika nan baik soal kepantasan dan ketidakpantasan. Politik bagi NasDem bukan sekadar kekuasaan mengejar bangku tapi juga soal kepantasan dan ketidakpantasan dalam etika publik," tuturnya.

Pernyataan Prabowo

Sebelumnya, Presiden Prabowo tidak menutup kesempatan melakukan perombakan alias reshuffle kabinet pada momentum dua tahun masa pemerintahannya. Prabowo menilai para personil kabinet semestinya sudah mempunyai waktu nan cukup untuk membuktikan keahlian mereka.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara program Prabowo Menjawab, Rabu (16/9/2026), saat merespons pertanyaan menjelang dua tahun masa pemerintahannya. Prabowo ditanya mengenai tingkat kepuasan terhadap keahlian jejeran menterinya dan kesempatan untuk merombak kabinet.

"Atau Bapak merasa bahwa, 'Wah, 2 tahun ini sudah waktunya saya melakukan pertimbangan besar-besaran dan merombak kabinet saya'. Artinya, bakal ada reshuffle besar-besaran, Pak? nan mungkin Bapak pertimbangkan gitu ya," tanya Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Rivana Pratiwi.

"Jadi begini, jika saya evaluasinya terus-menerus dan sampai sekarang secara objektif, ya saya kudu mengatakan bahwa tim saya bekerja oke. Tetapi saya katakan juga kepada tim, ingat ya seumpama kita kesebelasan sepak bola ada pemain inti, ada striker, ada cadangan. Jadi saya konsentrasi dulu lantaran Indonesia ini begitu rumit masalahnya, kita kudu konsentrasi pada perihal nan mendasar," jawab Prabowo.

Prabowo menerangkan, terdapat sejumlah kementerian nan diistilahkan tidak berada di garis depan. Menteri-menteri itu disebutnya bekerja sesuai dengan keahlian dan kewenangannya.

"Jadi pada saat ini ada beberapa kementerian nan tentunya istilahnya tidak di garis depan, tetapi mereka mengerti. Dan mereka bekerja sesuai inisiatif masing-masing," ujar Prabowo.

Prabowo menambahkan, reshuffle kabinet terhadap jajarannya diperlukan untuk menempatkan orang di posisi nan tepat. Namun perihal itu juga dapat dilakukan andaikan terdapat kesalahan nan perlu dipertanggungjawabkan.

"Jadi, jikalau kelak ada reshuffle, saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang, ya, tentunya kita organisasi ini kita selalu cari the right man in the right place, ya, kompetensi. Dan jika ada nan mungkin dia nggak cocok di tempat itu ya kita harus, tadi, bisa untuk mengganti orang nan bener," katanya.

"Atau dia sendiri nan ada masalah ya kita nggak hindari kan. Seperti saya nggak tau ada, tahu-tahu KPK ada datang ke saya bilang, 'Pak, ini..', ya kan. 'Pejabat ini begini, begini, begini'. Ya, gimana saya ya kan. Apa kami diizinkan untuk menahan. 'You ada bukti? Kalau ada bukti, silakan', saya bilang. Tahu-tahu ada kejadian ya. Ada, wamen saya, ya itu tanggung jawab dia," lanjutnya.

Rivana kemudian bertanya kembali, menurutnya ada momentum jelang 2 tahun pemerintah Prabowo. Rivana bertanya apakah momentum tersebut pergantian alias pertimbangan personil kabinet.

"Saya kira itu sesuatu nan logis ya, ya kan, 2 tahun, jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya," jawab Prabowo.

(maa/zap)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News