Potret Bayang-Bayang Wabah Ebola, WHO Warning Dunia

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Petugas kesahatan dan pihak kepolisian meningkatkan upaya untuk menahan pandemi Ebola baru nan melibatkan strain Bundibugyo, di Bunia, provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Rabu (20/5/2026). (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyuarakan kekhawatiran mendalam atas skala dan kecepatan penyebaran pandemi virus Ebola nan mematikan di Republik Demokratik Kongo (DRC). Badan kesehatan di bawah naungan PBB tersebut memperingatkan bahwa penanganan krisis kesehatan ini berpotensi menyantap waktu nan sangat lama. (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

Petugas kesahatan dan pihak kepolisian meningkatkan upaya untuk menahan pandemi Ebola baru nan melibatkan strain Bundibugyo, di Bunia, provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Rabu (20/5/2026). (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

Mengutip Channel News Asia, WHO melaporkan pada Selasa (19/5/2026) bahwa lonjakan kasus demam berdarah nan sangat menular ini telah ditetapkan sebagai darurat kesehatan internasional. Merespons situasi darurat tersebut, badan PBB ini langsung menyerukan pertemuan mendesak untuk membahas langkah-langkah penanggulangan krisis. (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

Petugas kesahatan dan pihak kepolisian meningkatkan upaya untuk menahan pandemi Ebola baru nan melibatkan strain Bundibugyo, di Bunia, provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Rabu (20/5/2026). (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan rasa was-was nan mendalam memandang perkembangan penyebaran virus nan melangkah sangat masif di lapangan. Karakteristik penularan kali ini dinilai jauh lebih garang dibandingkan sebelumnya. (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

Petugas kesahatan dan pihak kepolisian meningkatkan upaya untuk menahan pandemi Ebola baru nan melibatkan strain Bundibugyo, di Bunia, provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Rabu (20/5/2026). (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

Kondisi di lapangan semakin mengkhawatirkan lantaran belum ada vaksin alias pengobatan terapeutik nan tersedia untuk strain Bundibugyo, jenis virus Ebola nan bertanggung jawab atas pandemi nan dideklarasikan akhir pekan lalu. Sebagai catatan sejarah, virus Ebola sendiri telah merenggut lebih dari 15.000 jiwa di daratan Afrika dalam kurun waktu separuh abad terakhir. (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

Konvoi ambulans nan membawa pasien nan tertular virus ebola di Republik Demokratik Kongo, tiba di Rumah Sakit Universitas Charite di Berlin, Jerman, Rabu (20/5/2026). (REUTERS/Axel Schmidt)

Seorang master asal Amerika Serikat nan terinfeksi virus Ebola dilaporkan berada dalam kondisi sangat lemah saat dievakuasi dari Republik Demokratik Kongo (DRC) menuju Jerman untuk menjalani perawatan intensif. (REUTERS/Axel Schmidt)

Seorang petugas kesehatan memindahkan pasien dari ambulans ke rumah sakit di Praha, Republik Ceko, Kamis (21/5/2026). (REUTERS/Eva Korinkova)

Dr. Scott Myhre, Direktur Area Afrika Timur dan Tengah untuk Serge, mengungkapkan bahwa kondisi Stafford tampak sangat memprihatinkan saat keberangkatan. Stafford apalagi tidak bisa berdiri sendiri dan kudu dipapah oleh petugas medis nan mengenakan perangkat pelindung diri (APD) lengkap. (REUTERS/Eva Korinkova)

Seorang petugas kesehatan memindahkan pasien dari ambulans ke rumah sakit di Praha, Republik Ceko, Kamis (21/5/2026). (REUTERS/Eva Korinkova)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan pandemi ini sebagai darurat kesehatan global. Virus Bundibugyo sendiri berkerabat dekat dengan virus Ebola Zaire nan menyebabkan epidemi besar di Afrika Barat. (REUTERS/Eva Korinkova)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News