Kabut asap dari kebakaran rimba dan lahan di Kalimantan menyelimuti Manila, Filipina, memicu polusi PM2.5 hingga level sangat tidak sehat.
Kabut asap akibat kebakaran rimba dan lahan di wilayah Kalimantan, menyelimuti ibu kota Filipina, Manila, pada Selasa (1/9/2026). Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara di sejumlah wilayah memburuk hingga masuk kategori "sangat tidak sehat" dan "sangat rawan bagi kesehatan". REUTERS/Adrian Portugal
Situasi ini mendorong sejumlah pemerintah wilayah di Filipina meliburkan aktivitas belajar-mengajar sebagai langkah untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Biro Pengelolaan Lingkungan Hidup di bawah Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Filipina (DENR-EMB) melaporkan peningkatan kadar PM2.5 di seluruh wilayah Ibu Kota Nasional alias National Capital Region (NCR). (Tangkapan Layar Video Reuters/)
PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat mini nan dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan dikaitkan dengan peningkatan akibat gangguan kesehatan, termasuk penyakit pernapasan dan kardiovaskular. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Para intelektual mengatakan gambaran satelit nan menunjukkan titik-titik kebakaran di Kalimantan, ditambah kondisi angin monsun barat daya nan sedang bertiup, mengindikasikan adanya pergerakan asap dari Indonesia menuju wilayah Filipina. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
DENR-EMB mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya respirator N95, serta membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara memburuk. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Anak-anak, lanjutnya, serta lansia dan masyarakat nan mempunyai penyakit pernapasan diminta menjadi golongan nan paling diutamakan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan guna menghindari akibat paparan polusi udara. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·