Menhut Raja Juli Antoni (tengah) di Riau.(dok.istimewa)
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Antoni meminta potensi awan hujan di Riau pada 30 Agustus hingga 1 September dimaksimalkan untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran rimba dan lahan (Karhutla).
Hal itu disampaikan Menhut Raja Antoni saat rapat koordinasi (rakor) usai meninjau penanganan Karhutla di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Rakor tersebut dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Plt Gubernur Riau S.F. Hariyanto, Pangdam XIX/TT Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, TA BNPB Brigjen TNI Mohammad Syech Ismed, serta jejeran terkait.
“Kita berterima kasih potensi awan hujan di Riau ini tetap ada, di Kalteng di Kalbar susah sekali, tapi kita ada potensi di tanggal 30, 31 dan tanggal 1 dan itu bisa bakal meliputi seluruh Riau,” kata Menhut Raja Antoni dalam keterangannya, Jumat (28/8).
Adanya potensi awan hujan ini disampaikan langsung oleh Keplaa Badan Meteorologi Klomatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Warjono dalam rakor. Menhut Raja Antoni mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan Kepala BNPB dan BMKG agar setiap potensi awan hujan dapat dimanfaatkan untuk OMC.
“Saya sudah sepakati dengan Kepala BNPB dan BMKG, sekecil apapun potensi awan hujan nan bisa kita maksimumkan, kita maksimumkan,” ujarnya.
Menurut Menhut Raja Antoni, hujan menjadi aspek krusial dalam upaya penanganan Karhutla. Karena itu, potensi awan hujan nan tersedia perlu dimanfaatkan untuk membantu tim di lapangan.
“Karena kita tahu nan paling efektif untuk memadamkan karhutla ini hujan, sementara water bombing maupun pasukan darat itu adalah pilihan kedua dan ketiga,” kata Menhut Raja Antoni.
Menhut Raja Antoni juga meminta support operasional agar penyelenggaraan OMC tidak terkendala. Ia juga meminta agar Airport di Riau tetap beraksi saat malam hari jika awan hujan berada di malam hari.
“Artinya jangan sampai di beberapa tempat kemudian pesawat nggak bisa terbang, minta dipastikan di Riau untuk kebutuhan OMC agar Airport kita tetap dibuka meskipun misalnya kelak sampai jam 21.00 bisa OMC,” ujarnya.
Menhut Raja Antoni menegaskan potensi awan hujan nan tersedia kudu dimaksimalkan untuk membantu penanganan Karhutla. “Terutama tanggal 1 kita libas habis-habisan,” tegas Menhut Raja Antoni. (Cah/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·