Populer: Rupiah Melemah; IHSG Anjlok

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Petugas menunjukan duit pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata duit asing, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Foto: ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh

Rupiah ambruk jadi salah satu buletin terkenal kumparanBISNIS sepanjang Senin (8/6). Selain itu, tekanan pada IHSG juga jadi buletin lain nan ramai dibaca. Berikut rangkumannya.

Rupiah Makin Melemah

Nilai tukar rupiah menunjukkan tren pelemahan signifikan, dengan kurs USD/IDR tercatat mencapai level Rp 18.200 per dolar AS pada Senin (8/6) pukul 13.49 WIB. Angka ini merefleksikan pelemahan sebesar 164 poin alias 0,91 persen dari pembukaan nan berada di Rp 18.152 per dolar AS.

Pengamat mata duit dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan pelemahan ini berpotensi bersambung hingga menyentuh level Rp 19.000 per dolar AS pada akhir bulan. Faktor utama pemicu pelemahan berasal dari info ketenagakerjaan AS nan lebih kuat dari perkiraan, membuka kesempatan bank sentral AS (The Fed) mempertahankan kebijakan suku kembang tinggi lebih lama.

Analis lain, Lukman Leong, juga menyoroti penguatan dolar AS pasca-rilis info pekerjaan serta meningkatnya tensi geopolitik dunia sebagai penyebab utama tekanan pada rupiah.

instagram embed

IHSG Anjlok

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan dahsyat pada pembukaan perdagangan Senin (8/6), dibuka di level 5.421,581 alias merosot 3,1 persen. Penurunan semakin tajam hingga 4,15 persen ke level 5.362. Data transaksi awal menunjukkan volume perdagangan mencapai 1,23 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 896,9 miliar, mencerminkan aktivitas jual nan masif.

Chief Economist Bank BTN, Myrdal Gunarto, menjelaskan pelemahan ini dipicu oleh perpindahan biaya penanammodal dunia ke aset di negara maju seperti AS, menyusul info ketenagakerjaan AS nan kuat dan antisipasi kenaikan suku kembang Federal Reserve. Senada, pengamat pasar modal Desmond Wira menambahkan bahwa koreksi pasar saham global, khususnya di sektor teknologi, serta potensi kenaikan suku kembang The Fed setelah info ekonomi AS nan condong kuat, turut menekan IHSG. Tekanan diperparah oleh tindakan jual bersih signifikan oleh penanammodal asing.

Meskipun demikian, Myrdal Gunarto mengidentifikasi beberapa sektor nan tetap mempunyai prospek menarik di tengah kondisi pasar saat ini, terutama nan diuntungkan oleh pelemahan rupiah dan permintaan ekspor. Sektor-sektor tersebut meliputi energi, pertanian, pangan, dan manufaktur. Namun, Desmond Wira memproyeksikan sentimen negatif tetap bakal membayangi pasar domestik dalam waktu dekat, dengan koreksi nan berkarakter menyeluruh.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan