Breaking News! Deal Gencatan Senjata, Iran Ultimatum Israel Soal Ini

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran dan Israel menyatakan telah menghentikan serangan satu sama lain pada Senin, (08/06/2026). Keputusan besar ini diambil setelah adanya imbauan langsung dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump meminta kedua belah pihak untuk segera berakhir menembak.

Mengutip Reuters, Teheran menyatakan bakal kembali meluncurkan serangan jika Israel terus memukul milisi sokongannya di Lebanon, HizbullahMarkas besar militer Iran apalagi menyatakan pihaknya telah memberikan respons nan menyakitkan terhadap Israel atas serangannya ke Lebanon. Serangan nan dimaksud termasuk gempuran pada hari Minggu di pinggiran kota Beirut.

"Oleh lantaran itu, operasi angkatan bersenjata dengan ini dinyatakan dihentikan. Namun, ditekankan bahwa jika agresi dan tindakan kekacauan terus bersambung - termasuk di Lebanon selatan - tindakan nan jauh lebih parah dan menghancurkan daripada sebelumnya bakal menyusul," ujar militer Iran.

Di sisi lain Trump menuliskan pesan di media sosial mengenai situasi terkini di Timur Tengah. Trump menegaskan bahwa kedua negara sebenarnya menginginkan perdamaian.

"Israel dan Iran sama-sama menginginkan GENCATAN SENJATA segera! Negosiasi akhir mengenai 'Perdamaian' sedang berlangsung, tunduk pada ketidaktahuan alias kegoblokan nan menghalanginya."

Trump juga menambahkan bahwa blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran bakal tetap berlaku. Blokade ini bakal terus dipertahankan sampai kesepakatan akhir betul-betul tercapai. Seorang pejabat Israel mengatakan Trump telah berbincang dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Senin.

Sebelumnya seorang pejabat militer Israel mengatakan bahwa pihaknya siap untuk melanjutkan operasi. Operasi militer bakal terus dilakukan selama waktu nan dibutuhkan oleh mereka. Pejabat tersebut juga mengonfirmasi adanya serangan terhadap sistem pertahanan udara Iran nan baru dibangun kembali.

Para pejabat Iran juga menunjukkan sikap menantang nan serupa. Sebuah sumber militer nan dikutip oleh instansi buletin semi-resmi Tasnim menyatakan bahwa Teheran siap menghadapi bentrok berkepanjangan. Pihak Teheran juga dapat memperbarui serangan terhadap kepentingan Amerika Serikat di wilayah tersebut jika situasi memburuk.

Situasi saling serang selama 24 jam terakhir menjadi konfrontasi paling langsung antara kedua negara sejak gencatan senjata April lalu. Ketegangan ini langsung berkapak pada situasi ekonomi dunia.

Harga minyak bumi sempat melonjak naik hingga 5% setelah rentetan serangan terjadi. Namun nilai minyak kemudian kembali turun setelah militer Iran menyatakan gelombang serangan pertama ke Israel telah berakhir. Mata duit dolar Amerika Serikat juga terpantau turun dari level tertingginya dalam nyaris dua bulan.

Konflik ini juga mempertegas sungguh mudahnya pertempuran meluas menjadi konfrontasi regional nan lebih luas. Gencatan senjata pada tanggal 8 April sebenarnya sempat menghentikan perang total namun ketegangan di Teluk terus berlanjut. Perang ini sendiri pertama kali diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada tanggal 28 Februari nan lalu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Teheran sedang berganti pesan nan krusial dengan Washington. Ia kemudian menyebut Tel Aviv sebenarnya berupaya mengacaukan komunikasi Iran dan AS.

"Tindakan Israel di Lebanon, baik dilakukan dengan pengetahuan dan persetujuan AS alias tidak, bermaksud untuk menyabotase diplomasi," tuturnya.

Pembicaraan Lebanon Dan Israel

Israel tidak pernah menghentikan kampanyenya di Lebanon nan telah menewaskan ribuan orang. Pihak Israel mengatakan bentrok Lebanon kudu diperlakukan secara terpisah dari gencatan senjata Iran. Kelompok Hizbullah juga terus melanjutkan serangan mereka ke Israel.

Teheran telah lama menyatakan bahwa setiap kesepakatan tenteram dengan Amerika Serikat bakal berjuntai pada berakhirnya pertempuran di Lebanon. Israel menginvasi wilayah tersebut pada bulan Maret untuk mengejar para pejuang Hezbollah. Anggota Hezbollah sebelumnya menembak melintasi perbatasan sebagai corak solidaritas terhadap Teheran.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Lebanon Michel Issa mengatakan bahwa negosiasi Lebanon-Israel dijadwalkan bakal dimulai kembali. Proses negosiasi ini bakal dilakukan di Washington pada hari Senin.

Teheran terus memblokir sebagian besar pengiriman melalui Selat Hormuz. Selat ini membawa seperlima minyak mentah dan gas alam cair bumi sebelum perang terjadi. Washington juga telah memberlakukan blokadenya sendiri terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Trump mengatakan kesepakatan tenteram kudu mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Tuntutan Iran mencakup pencabutan hukuman internasional. Mereka juga meminta pembebasan miliaran dolar aset nan dibekukan serta pengakuan atas pengaruhnya di selat tersebut.

(tps/tps)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News