Wall Street Ditutup Menguat, Ditopang Saham-Saham Teknologi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Seekor burung terbang sebagai penghormatan kepada Ratu Elizabeth muncul di layar papan iklan Nasdaq MarketSite di Times Square, di New York, AS, Kamis (8/9/2022). Foto: Andrew Kelly/Reuters

Indeks saham Amerika Serikat alias Wall Street kebanyakan ditutup menguat pada perdagangan Senin (8/6). Penguatan tersebut dipimpin oleh kenaikan Nasdaq dan saham-saham produsen chip seiring penanammodal memanfaatkan pelemahan tajam indeks pada pekan lampau untuk berburu saham murah.

Dikutip dari Reuters pada Selasa (9/6), Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) memang turun 80,77 poin alias 0,16 persen menjadi 50.786,01. Namun begitu, S&P 500 naik 21,99 poin alias 0,30 persen menjadi 7.405,73 dan Nasdaq Composite menguat 220,23 poin alias 0,86 persen menjadi 25.929,66.

Saham sektor teknologi S&P 500 memimpin penguatan dengan kenaikan 1,5 persen, sementara Philadelphia SE Semiconductor Index (SOX) melonjak 5,6 persen alias pulih dari kerugian pada pekan lalu.

Selain itu, saham Intel (INTC.O) juga melonjak 11,2 persen setelah media The Information melaporkan bahwa Google milik Alphabet (GOOGL.O) telah memesan lebih dari 3 juta unit tensor processing unit (TPU) nan bakal diproduksi pada 2028.

Saham teknologi besar lainnya nan menguat adalah Marvell Technology (MRVL.O) nan melonjak 9,6 persen setelah produsen chip tersebut dipastikan bakal masuk ke dalam indeks referensi S&P 500 sebelum perdagangan dimulai pada 22 Juni.

"Hari ini tampaknya menjadi hari ketika penanammodal melakukan sedikit tindakan berburu saham murah setelah tindakan jual besar pada saham-saham teknologi," kata Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments, sebuah instansi investasi family di New Vernon, New Jersey.

Sebelumnya, saham-saham di Wall Street memang sempat mengalami tindakan jual pada Jumat (5/6) setelah sebelumnya mencetak serangkaian rekor tertinggi.

Selain itu, hasil keahlian nan kurang memuaskan dari saham Broadcom (AVGO.O) pekan lampau juga memicu kekhawatiran bahwa sektor chip berkembang terlalu cepat. Di sis lain, info ketenagakerjaan AS untuk Mei nan jauh lebih kuat dari perkiraan turut memicu tindakan jual, lantaran pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku kembang tahun ini. Saham Broadcom sendiri naik 2,8 persen.

Saat ini, penanammodal juga merasa lega setelah Iran dan Israel menyatakan telah menghentikan serangan satu sama lain. Penghentian tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyerukan agar kedua pihak segera berakhir saling menyerang.

Adapun serangan nan berjalan selama 24 jam sebelumnya merupakan konfrontasi paling langsung antara Iran dan Israel sejak gencatan senjata pada April lalu.

Jumlah saham nan turun sedikit lebih banyak dibandingkan nan naik di Bursa Efek New York (NYSE), dengan rasio 1,01 banding 1. Tercatat terdapat 129 saham nan mencapai level tertinggi baru dan 162 saham nan mencetak level terendah baru di NYSE.

Di Nasdaq, sebanyak 2.746 saham menguat dan 2.142 saham melemah, sehingga jumlah saham nan naik lebih banyak dengan rasio 1,28 banding 1.

Indeks S&P 500 mencatat 13 saham nan mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan tujuh saham nan mencetak level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat 105 saham nan mencapai level tertinggi baru dan 164 saham nan menyentuh level terendah baru.

Volume perdagangan di bursa-bursa AS mencapai 19,50 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata sekitar 20,3 miliar saham per hari selama 20 sesi perdagangan terakhir.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan