Populer: O!Save Ekspansi di RI; Subsidi Pertalite Bakal Dibatasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi ritel O!Save. Foto: Dok. O!Save

Ekspansi ritel asal Filipina, O!Save, di Indonesia menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Selasa (11/8).

Selain itu, rencana pembatasan subsidi BBM Pertalite untuk masyarakat bisa juga menjadi sorotan. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman buletin terkenal tersebut:

Ritel Asal Filipina O!Save Makin Ekspansif di RI, Pemerintah Buka Suara

Kementerian UMKM merespons ekspansi garang jaringan ritel asal Filipina, O!Save, nan telah membuka gerai di Indonesia sejak 2023.

Jaringan ritel nan mengusung konsep hard discount pertama di Indonesia ini telah mendirikan instansi operasional di 5 kota strategis, ialah Bekasi, Depok, Karawang, Tangerang, dan Surabaya.

Pemerintah menilai kehadiran ritel ini sebagai katalis positif nan dapat memperkuat struktur industri ritel domestik melalui penyediaan produk berbobot dengan nilai kompetitif untuk memulihkan daya beli masyarakat.

Kendati demikian, pemerintah tetap mengawasi potensi akibat persaingan upaya nan ditimbulkan oleh penetrasi O!Save. Kementerian UMKM bakal berkoordinasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk memantau dinamika pasar secara berkala agar persaingan tetap sehat.

Di sisi lain, Kementerian Perdagangan juga tengah melakukan pengecekan lebih lanjut guna memastikan kepatuhan izin dari ritel asing nan terus memperluas pasarnya di tanah air ini.

Bahlil dan Purbaya Sepakat Batasi Subsidi Pertalite

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konvensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyepakati rencana pengetatan penyaluran subsidi BBM jenis Pertalite secara berjenjang dalam beberapa bulan ke depan.

Langkah fiskal ini menargetkan penghentian alokasi subsidi bagi golongan masyarakat bisa nan berada di kategori desil 9 hingga 10.

Pembatasan ini bakal diimplementasikan melalui sistem digital terintegrasi milik PT Pertamina (Persero) untuk memastikan kecermatan info kendaraan konsumen berasas kapabilitas mesin alias jenis kendaraan mewah di lapangan.

Kebijakan pengetatan ini diambil guna mengendalikan pembengkakan anggaran subsidi daya di tengah perubahan nilai minyak mentah Indonesia (ICP) dunia nan bergerak di kisaran USD 80 hingga USD 100 per barel.

Meski volume konsumsi diproyeksikan tetap stabil, penyesuaian ini diharapkan bisa menekan beban APBN lantaran golongan masyarakat menengah ke atas bakal dialihkan untuk membeli BBM nonsubsidi secara mandiri.

Pemerintah menegaskan bahwa komitmen menjaga stabilitas nilai BBM bersubsidi untuk masyarakat rentan tetap menjadi prioritas utama tanpa adanya kenaikan nilai jual.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan