Muhammad Jannah namalain Bigmo menghadiri undangan penjelasan Polda Metro Jaya mengenai dugaan promosi liquid vape nan melibatkan anak-anak, Senin (10/8).
Pantauan kumparan, Bigmo tiba di Gedung Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA/PPO) Polda Metro Jaya sekitar pukul 13.24 WIB.
Bigmo datang didampingi kuasa hukumnya, Sangun Ragahdo. Ia terlihat mengenakan kemeja berwarna biru.
Bigmo tak banyak berbincang kepada awak media. Saat ditanya mengenai kondisinya, dia hanya menjawab, “Alhamdulillah.”
Kasus ini berasal dari laporan masyarakat mengenai dugaan pemanfaatan ekonomi anak serta pelibatan anak dalam penyalahgunaan unsur adiktif. Polisi tetap melakukan penyelidikan untuk menentukan ada alias tidaknya unsur pidana dalam perkara tersebut.
Dicecar 40 Pertanyaan
Bigmo menjalani penjelasan selama sekitar empat jam di Polda Metro Jaya mengenai dugaan promosi liquid vape nan melibatkan anak-anak. Dalam penjelasan itu, Bigmo dicecar sekitar 40 pertanyaan.
“Oleh lantaran itu tadi Mo telah datang dan diperiksa sebanyak kurang lebih 40 pertanyaan ya, dan dalam pemeriksaan tersebut Saudara Mo telah menyampaikan kronologi, kronologi pada saat live streaming tersebut, bukti-bukti juga sudah kami sampaikan nan mana di sini kami tekankan lagi, Mo tidak bakal defensif, Mo telah mengakui kesalahannya mengenai dengan live streaming tersebut,” kata Ragahdo.
Menurut Ragahdo, Bigmo mengakui bahwa tindakan live streaming yang sebelumnya viral tersebut tidak dapat dibenarkan secara etika maupun kepatutan. Namun, dia menyerahkan kepada penyelidik untuk menentukan apakah perbuatan tersebut masuk kategori tindak pidana.
“Yang pasti kami bakal kooperatif, makanya kami hadir, ini undangan nan pertama kali Mo terima memang dipanggil pada jam 1 siang tadi, kami datang cukup tepat waktu atas itikad baik kami juga. Kami juga mau perkara ini menjadi terang semuanya, dan kami percaya teman-teman penyelidik bakal bekerja secara ahli dan akuntabel,” ujarnya.
Ragahdo menyebut Bigmo juga telah mendatangi family anak-anak nan muncul dalam live streaming tersebut dan meminta maaf. Menurut dia, family telah menerima permintaan maaf tersebut.
“Namun demikian, sebagai itikad baik dari Saudara Jannah alias Saudara Mo, atas tindak lanjut dari persoalan tersebut, Mo telah menghampiri, sowan kepada family anak-anak di bawah umur tersebut dan sudah telah bertemu, dan akhirnya di pertemuan tersebut pun akhirnya ya sampai ada semacam bukan kesepakatan sih, tapi lebih kepada ya permintaan maaf Mo dan akhirnya para orang tua telah mengampuni dan tidak ada namanya persoalan lah di situ,” katanya.
Dia menjelaskan, live streaming Bigmo dilakukan secara spontan tanpa naskah alias pengarahan sebelumnya. Termasuk saat Bigmo berada di ruang publik dan kemudian didatangi anak-anak nan mengenalinya.
“Bigmo dan pihak family ini sepakat bahwa semua nan terjadi spontan. Tidak ada nan di-brief, tidak ada nan diatur, semuanya secara tiba-tiba jadi anak-anak ini datang di ruang publik memandang mereka mengenal Bigmo terus mungkin minta foto dan lain-lain terus mungkin menjadi ramai, jadi tidak ada nan direncanakan sejak awal," jelasnya.
Bigmo Ngaku Kapok
Bigmo mengaku sangat jera setelah kembali berurusan dengan polisi akibat aktivitas live streaming-nya. Hal itu disampaikan Bigmo usai menjalani penjelasan mengenai dugaan promosi liquid vape nan melibatkan anak di bawah umur.
“Sangat kapok, sangat kapok,” kata Bigmo.
Bigmo meminta maaf atas kegaduhan nan ditimbulkan dari kontennya. Dia menyebut pemeriksaan kali ini menjadi pelajaran agar lebih berhati-hati dalam membikin konten.
“Ya tentunya saya minta maaf atas kegaduhan nan saya buat, dan pastinya ini jadi pelajaran buat saya ke depannya konten lebih positif dan bermanfaat,” kata dia.
Bigmo juga berjanji bakal mengevaluasi konten-konten nan selama ini dibuatnya. Dia mau ke depan membikin konten nan lebih positif, menghibur, dan edukatif.
“Ya pasti saya bakal mengevaluasi selama ini konten saya, dan ke depannya cuman konten dengan niat nan lebih lurus, dengan bermanfaat, positif, menghibur, dan mengedukasi bangsa aja,” jelasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·