Populasi Bertambah, Anak Gajah Sumatra Lahir di Taman Nasional Tesso Nilo Riau

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Populasi Bertambah, Anak Gajah Sumatra Lahir di Taman Nasional Tesso Nilo Riau anak Gajah Sumatra lahir di(MI/Rudi Kurniawansyah)

KABAR senang bagi bumi konservasi dengan telah lahir dengan selamat seekor anak Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) berjenis kelamin betina dari induk gajah jinak berjulukan Ria usia 55 tahun di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau. 

Kepala Sub Bagian TU Balai Taman Nasional Tesso Nilo Dian Indriarti kepada Media Indonesia mengatakan, bayi gajah tersebut ditemukan pertama kali di area rimba nan berjarak sekitar 1 kilometer dari Pos Jaga alias Kantor Resort Konservasi Gajah Sumatra (KGS), Camp Elephants Flying Squad SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

“Kelahiran ini pertama kali diketahui pada Rabu (10/6) pagi, sekitar pukul 07.30 WIB oleh Mahout (pawang gajah) Erwin Daulay saat hendak memindahkan gajah Ria dari ikatan menuju letak angonan,” kata Dian Indriati, Rabu (10/6).

Dijelaskannya, di letak tersebut, Erwin mendapati Gajah Ria sudah didampingi oleh seekor anak gajah nan baru lahir beserta ari-arinya.

“Berdasarkan indikasi di lapangan, bayi gajah diperkirakan lahir pada waktu subuh sekitar pukul 04.00 WIB awal hari,” ujar Dian.

Temuan ini segera dilaporkan secara langsung kepada Kepala Resort dan Tim Medis Taman Nasional Tesso Nilo. Tim Dokter Hewan nan dipimpin oleh drh. Teguh Iman Notonegoro langsung bergerak sigap ke letak menggunakan kendaraan roda dua dengan membawa perlengkapan lapangan serta peralatan medis komplit untuk melakukan pemeriksaan awal.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan bentuk dan medis oleh tim dokter, bayi gajah betina ini dinyatakan dalam kondisi sangat sehat, aktif, tanpa abnormal fisik, dan sudah dapat menyusu secara normal dari induknya,” jelas Dian. 

Adapun perincian parameter klinis dari hasil pemeriksaan awal bayi gajah diketahui Tinggi Badan: 93 cm, Panjang Badan: 104 cm, Lingkar Dada: 112 cm, Suhu Tubuh: 37,8°C, dan Detak Jantung: Normal.

“Anak gajah ini merupakan anak kelima dari Gajah Ria nan lahir di Camp Elephants Flying Squad TNTN, sebagai hasil breeding dengan gajah liar,” terangnya.

Sebelumnya, gajah Ria telah sukses melahirkan empat ekor anak gajah nan diberi nama Tesso, Tino, Harmoni, dan Domang.

Saat ini, kondisi gajah Ria dan bayinya terus dipantau secara intensif oleh Tim Mahout dan Tim Dokter Hewan untuk memastikan masa pemulihan melangkah optimal.

Ia mengungkapkan, dalam rentang waktu 8 tahun terakhir, Elephant Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo telah mengalami 4 kali kelahiran anak gajah dari dua induk gajah jinak, ialah Lisa dan Ria.

“Rentetan kelahiran ini menjadi bukti nyata dan penguatan kebenaran bahwa area rimba Taman Nasional Tesso Nilo merupakan kediaman krusial nan berkontribusi besar dalam upaya peningkatan populasi Gajah Sumatra,” jelasnya.

Seperti diketahui, pada tahun 2011 IUCN telah menetapkan status konservasi Gajah Sumatra ke dalam kategori Critically Endangered (CR) alias berada di periode kepunahan. Satwa eksotis ini juga merupakan mamalia nan dilindungi undang-undang berasas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.

Dengan lahirnya bayi gajah sehat ini, jumlah total gajah nan berada di Camp Elephants Flying Squad TNTN sekarang bertambah menjadi 8 ekor, nan terdiri dari 3 ekor gajah dewasa, 2 ekor gajah remaja, dan 3 ekor anak gajah.

“Balai Taman Nasional Tesso Nilo berambisi momentum senang ini dapat meningkatkan optimisme, semangat, serta mempercepat perwujudan visi, misi, dan tujuan pengelolaan Taman Nasional Tesso Nilo sebagai pusat konservasi dan tembok pertahanan terakhir bagi kelestarian Gajah Sumatra di Riau,” pungkasnya. (RK)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia