Poltracking Ungkap 51,9 Persen Masyarakat Ingin Program MBG Dilanjutkan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Poltracking Ungkap 51,9 Persen Masyarakat Ingin Program MBG Dilanjutkan Ilustrasi(Dok Istimewa)

LEMBAGA survei Poltracking Indonesia mengungkapkan sebanyak 51,9 persen masyarakat menginginkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilanjutkan. Hal tersebut diketahui berasas survei teranyar nan dilakukan Poltracking Indonesia periode 11-17 Mei 2026. 

“MBG ini paling mengkooptasi semuanya, ini perlu dijadikan perhatian lantaran dari orang nan tahu ini, hanya setengahnya nan tahu sudah menerima dan mengaku menerima manfaatnya, 51.9 persen mau program ini dilanjutkan,” kata Peneliti Poltracking Indonesia, Ahmad Zia Fitrahudin dalam Rilis Temuan Survei Nasional: Evaluasi Kinerja Pemerintah & Isu Aktual Strategis di akun YouTube Poltracking TV, Kamis (4/6/2026).

Ia melanjutkan program ini bakal selalu menjadi narasi utama selama pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan. Namun, dia menegaskan, kebanyakan masyarakat nan setuju MBG dilanjutkan, mau adanya perbaikan terhadap kualitas dari program populis tersebut. 

“MBG ini selalu jadi nan terdepan, sebagai program mercusuar, program apapun nan menjadi tinggi dalam penyiaran, narasinya bakal mengunci ekspektasi publik terhadap kualitas,” lanjutnya. 

Berdasarkan survei Poltracking, sebanyak 92,1 persen masyarakat mengetahui program MBG. Adapun masyarakat nan puas terhadap MBG ada di nomor 55,6 persen, dengan rincian 7,7 persen sangat puas dan 47,9 persen cukup puas. 

Sementara itu, masyarakat juga mengaku ada personil family nan telah menerima program MBG. Dari survei nan sama, sebanyak 57,9 persen masyarakat mengatakan ada personil family nan menerima MBG. 

Meski demikian, Ahmad Zia menekankan program MBG ini bakal terus mendapatkan pengawalan maupun evaluasi, termasuk dari masyarakat. Terlebih, masyarakat mau adanya transparansi dari program nan sedang berganti kepemimpinan tersebut. 

“Ini menjadi catatan pemerintah, nan perlu dievaluasi adalah pengadaannya, implementasinya, transparansi terhadap publik,” tandasnya. 

Diketahui, survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka langsung. Adapun jumlah sampel sebanyak 1.220 responden dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metode sampel survei menggunakan multistage random sampling. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia