
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah/Okezone
JAKARTA - Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengimbau kepada Polri untuk mewaspadai serangan kembali koruptor usai mengungkap kasus dugaan korupsi dan TPPU eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah.
"Menurut saya Polri kudu tetap konsentrasi mengusut tuntas kasus korupsi. Jangan terpengaruh dengan serangan kembali para koruptor nan mengincar polri dan ketua Polri," kata Boyamin saat dihubungi awak media, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Menurut Boyamin, munculnya info hoaks dan tuduhan di media sosial (medsos) khususnya terhadap Polri, diduga merupakan upaya segelintir oknum untuk melakukan pengalihan kasus penegakkan norma nan saat ini sedang berjalan.
Media sosial sendiri muncul hoaks alias tuduhan nan diduga dilancarkan oleh Buzzer terhadap Kapolri dan lembaga Polri. Di sisi lain, Polda Metro Jaya sudah membongkar sindikat buzzer kreator konten hoaks dan fitnah.
Jaringan itu meraup untung ratusan juta sejak beraksi pada tahun 2024. Dalam perkara ini, Polisi menangkap delapan tersangka dan terus menelusuri pihak pemesan sindikat buzzer tersebut.
Sementara itu, Boyamin menegaskan, serangan hoaks kepada ketua Polri dan lembaga merupakan upaya untuk melemahkan pemberantasan korupsi di Indonesia. Padahal, Presiden Prabowo Subianto sudah tegas mendukung langkah pemberantasan praktik rasuah tanpa pandang bulu.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·