Polri-BNN Gagalkan Peredaran 2,6 Ton Sabu Cair, Sahroni: Kejar Jaringannya!

Sedang Trending 27 menit yang lalu
Jakarta -

BNN berbareng Bea Cukai dan Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengamankan kapal berbendera Tanzania nan diduga membawa 2,6 ton sabu cair di perairan Tanjung Parit, Bengkalis, Riau. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi capaian tim campuran tersebut tapi minta agar jaringannya dikejar.

"Komisi III mengapresiasi keahlian luar biasa dari BNN, Bea Cukai, dan Polda Kepri nan sukses menggagalkan masuknya sabu ke Indonesia," kata Sahroni dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, dia tidak mau penegak norma berakhir pada pengejaran kapal dan para awak nan membawa peralatan haram tersebut. Ia meminta agar jaringn narkoba tersebut di dalam negeri dikejar.

"Namun meski temuannya sudah besar, operasi ini jangan berakhir di kapal dan para awaknya saja, itu tidak cukup. Harus dikejar siapa nan memesan, siapa nan menadah, dan siapa bandar besar di dalam negeri nan bakal mendistribusikan jutaan ton peralatan haram ini. Aliran dananya juga kudu ditelusuri, jerat dengan TPPU, agar pemberantasannya total," ujar Sahroni.

Lebih lanjut, Sahroni turut meminta BNN dan Polri melalui Polair, turut memperketat pengawasan di wilayah perairan Indonesia. Hal tersebut lantaran maraknya peralatan terlarangan nan masuk melalui jalur laut.

"Selain itu, pengawasan di jalur laut kudu terus diperketat, terutama oleh Polair dan BNN. Jangan lengah sedikitpun. Karena kita tahu banyak narkoba dan peralatan terlarangan lainnya masuk lewat jalur laut terlarangan dari luar negeri. Laut kita kudu terus di-sweeping dan diawasi secara intens, jangan sampai peralatan haram lolos masuk dan akhirnya merusak generasi muda kita," tegasnya.

Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto mengungkap kebenaran dari penindakan 2,6 ton narkotika cair di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Ternyata penindakan itu berangkaian dengan penindakan 1,3 juta ton ketamin nan sebelumnya telah dilakukan BNN.

"Terkait dengan jaringan nan kami ungkap kali ini, 2,6 ton methamphetamine cair, itu ada kaitan dengan jaringan sebelumnya nan membawa ketamin 1,3 ton," kata Suyudi di Batam, Jumat (21/8).

Dia mengatakan kaitannya bukan sekadar berangkaian lantaran pelakunya berasal dari Myanmar. Pengembangan juga terus dilakukan secara menyeluruh.

"Ada kaitan ya. Bukan lantaran sesama orang Myanmar, tapi memang kebetulan ada irisan dan ada kaitan. Dan ini tetap kita kembangkan untuk pengungkapan nan ke atasnya," ucapnya.

(maa/maa)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News