Polisi menyelidiki konten influencer Emanuel Bryan alias Bryan Ebem nan merekam usher alias SPG di arena GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tanpa persetujuan. Konten berjudul ‘cara mendekati cewek’ itu menjadi sorotan setelah menuai protes di media sosial.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengatakan penyelidikan dilakukan berasas hasil patroli siber. Polisi juga telah mengecek letak di GIIAS.
“Memang berasas patroli siber, kita menemukan beberapa konten nan membikin korban tidak nyaman. Anggota Opsnal sedang melakukan penyelidikan di GIIAS,” kata Wira saat dihubungi, Selasa (4/8).
Hingga saat ini, kata Wira, belum ada laporan polisi nan masuk dari korban. Meski demikian, polisi membuka kesempatan bagi pihak nan merasa dirugikan untuk membikin laporan.
“Namun kita dari Satreskrim Polres Tangerang Selatan telah melakukan penyelidikan untuk mencari korban dan telah mengirim pesan ke media sosial korban melalui akun resmi Satreskrim Polres Tangerang Selatan,” ujarnya.
Kasus ini bermulai dari unggahan seorang usher di media sosial Threads nan mengaku direkam dan videonya diunggah tanpa persetujuan.
Dalam konten tersebut, Bryan mendatangi sejumlah usher dan mengusulkan beragam pertanyaan, mulai dari info kendaraan hingga pertanyaan pribadi seperti nama, usia, dan pendidikan.
Korban mengaku sempat meminta agar video tersebut dihapus. Namun, menurut pengakuannya, permintaan itu ditolak dengan argumen perekaman dilakukan di ruang publik. Korban juga menyebut diminta mengganti biaya produksi andaikan mau video tersebut diturunkan.
Unggahan itu kemudian viral dan memicu kritik dari warganet. Bryan akhirnya menghapus seluruh konten mengenai GIIAS serta menyampaikan permintaan maaf melalui media sosialnya.
Dalam klarifikasinya, Bryan mengakui ucapannya mengenai biaya produksi tidak layak dan meminta maaf kepada seluruh pihak nan merasa dirugikan. Sementara itu, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum.
Berikut penjelasan dan permintaan maaf Bryan mengenai peristiwa tersebut:
Beberapa hari ini sedang ramai, terjadinya kegaduhan. Sebelumnya saya Brian, saya mau minta maaf atas semua kesalahan nan timbul dari kelakuan saya. Saya tidak membenarkan, saya hanya meminta maaf atas semua pihak nan merasa dirugikan.
Saya semestinya memang tidak mengatakan atas biaya produksi ataupun kata-kata lain nan saya sampaikan di komen.
Sekali lagi saya hanya meminta maaf dan menjelaskan semua tuduhan, semua narasi nan beredar di sosial media. Ke depannya saya bakal lebih hati-hati lagi dalam mem-posting video konten nan saya buat. Izinkan saya untuk bercerita dari pihak saya, apa nan terjadi.
Lagi-lagi saya tidak membenarkan diri, saya tidak mau men-justify, memang salah, tapi saya mau menjelaskan dari pihak saya. Sebelumnya izinkan saya menggunakan bahasa nan lebih informal untuk menjelaskan situasi nan terjadi.
Jadi, awal bikin video itu gini. Awal tuh iseng, awal suka kenal sama orang iseng-iseng aja. Kenal sama bule, kenal sama cewek, kenal sama om-om. Dan saya banyak banget dari comment section nan bilang, 'Thank you, Mas Ebem'. Dari situ saya merasa melawan ketakutan, awalnya introvert sekarang jadi ekstrovert. Awalnya dulu susah cari kerja, sekarang lebih gampang.
Dari komen-komen seperti itu, saya merasa, 'Wah, video nan saya buat terinspirasi'. Niatnya saya tidak ada niat negatif apa pun, hanya untuk menginspirasi.
Segala tuduhan nan timbul mungkin sudah di ranah personal, mungkin ada accusation nan muncul. Lagi-lagi saya minta maaf dan saya tidak membenarkan. Ke depannya saya bakal membenahi diri dan meluruskan semua nan terjadi.
Terima kasih sebelumnya. Saya Brian, dan saya minta maaf atas semua kesalahan dari lubuk hati saya. Terima kasih. Assalamualaikum.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·